Menu

Mode Gelap
Cool Little Jan Aushadhi Shilajit Capsule Uses In Hindi Instrument Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents Reliable Carrageenan Suppliers for Food Industry Needs Understanding Self-Directed Gold and Silver IRAs Make Your Baby Product Reviews UK A Reality Full Episode Guide and Season-by-Season Recap for The Gaslight District

Nasional

Viral Pilkada Akan di Geser, Presiden; Itu Masih di Kaji Oleh Kemendagri

badge-check


					Presiden Jokowi saat memberikan sambutan. (Foto; ig @jokowi) Perbesar

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan. (Foto; ig @jokowi)

SUARARAKYATINDO.COM- Presiden Joko Widodo mengaku belum tahu soal rencana jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. KPU mempunyai keingin untuk menggeser pilkada 2024 ke September.

Presiden Jokowi masih belum tau, Ia mengatakan hal itu masih dikaji oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Saya kira semua itu masih kajian di Kemendagri dan saya belum tahu mengenai itu,” kata Jokowi di ICE BSD, Tangerang Selatan, Jum’at (01/9/2023).

Jokowi menyatakan perlu ada alasan yang jadi dasar pertimbangan memajukan jadwal gelaran Pilkada 2024. Dia memastikan belum ada rencana menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk memajukan pilkada.

“Belum sampai ke situ kok saya. Urgensinya apa, alasannya apa? Semuanya perlu dipertimbangkan secara mendalam,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari sempat mengatakan ingin pemungutan suara pilkada digeser dari 27 November 2024 ke September 2024.

Pernyataannya itu merespons usul Bawaslu agar ada pembahasan soal opsi penundaan Pilkada 2024.

Hasyim beralasan pemungutan suara di November terlalu dekat dengan jadwal pelantikan kepala daerah baru. Jadwal pelantikan dilakukan di bulan Desember.

“Aku belum tahu dasarnya dia (Bawaslu) apa, kalau kita (KPU) penginnya lebih cepat lebih baik, coblos itu di September,” kata Hasyim di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2023).

Namun, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin tak sepakat dengan usulan itu. Dia khawatir hal ini menimbulkan kegaduhan.

“Perubahan jadwal ini berpotensi menimbulkan kegaduhan baru, sekaligus mendorong munculnya ketidakpercayaan publik kepada penyelenggara pemilu dan pembuat undang-undang,” ucap Yanuar pada, Jumat (25/8/2023).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: