Menu

Mode Gelap
Harga tiket masuk wisata Jogja Roma Sondhuk Gelar Pameran Pusaka Nusantara, Angkat Spirit Pelestarian Budaya Lewat Ngaji Budaya Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo Rayakan Harlah ke-27, Optimistis PKB Raih 14 Kursi di 2029 Tegaskan Peran Pemuda Politik, Garda Bangsa Probolinggo Bidik 14 Kursi DPRD Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo Peringati Harlah ke-27, Teguhkan Spirit Kemenangan 2029 Video MBG Diduga Berulat, Dapur SPPG Tongas Kulon Beri Klarifikasi

Uncategorized

Wamenperin Dorong Ponsel Mandiri, Faisol Riza; Yakin Itu Bisa

badge-check


					Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. (Foto: Faisolriza) Perbesar

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. (Foto: Faisolriza)

SUARARAKYATINDO.COM- Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza yakin Indonesia berpotensi memproduksi ponsel pintar atau smarthphone secara mandiri.

Faisol Riza melihat potensi tersebut berdasarkan pengalaman PT Sat Nusapersada (Satnusa) yang memproduksi dan merakit ponsel pintar keluaran berbagai merek global.

“Pengalaman yang dilakukan Satnusa selama bertahun-tahun membangkitkan optimisme bahwa Indonesia punya potensi besar untuk mengembangkan industri di bidang telekomunikasi,” ujar Faisol dalam keterangan resminya pada Jumat, 17 Januari 2025.

Menurut Faisol Satnusa terlibat dalam seluruh rangkaian produksi gawai mulai dari perakitan hingga pengemasan. Terkini, perusahaan yang pabriknya terpusat di Batam, Kepulauan Riau itu, merakit dua merek ponsel terbaru milik Honor dan Motorola.

Melihat sepak terjang Satnusa, Faisol percaya Indonesia mampu berkompetisi mengerjakan semua proses produksi alat komunikasi seperti gawai dengan optimal.

Berlatar potensi tersebut, Faisol pun mengundang industri ponsel global untuk berinvestasi di Indonesia. “Jangan khawatir dengan potensi yang ada, dengan teknologi yang dimiliki perusahaan di Indonesia, dengan sumber daya manusia,” ujarnya meyakinkan para calon investor.

Faisol juga membujuk agar Apple mau berinvestasi dengan membangun pabrik ponsel di Indonesia.

Sementara itu, Faisol berpesan kepada Satnusa agar menggunakan teknologi internet dan kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan produksi di sektor elektronik.

Menurut Kementerian Perindustrian, sejak berlakunya tingkat Komponen dalam negeri (TKDN) berlaku di industri handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) sebesar 35 persen, sektor tersebut tumbuh pesat.

Kemenperin mencatat pada 2023, produksi HKT di dalam negeri mencapai 50 juta unit dengan jumlah impor 3,1 juta unit.

Hal ini membuat hampir 94 persen dari produk teknologi tersebut merupakan hasil produksi manufaktur domestik.

Sementara nilai ekspor produk elektronika hingga triwulan III-2024 sudah menyentuh angka 10,07 miliar dolar AS, yang didominasi oleh ekspor peralatan telekomunikasi atau telepon, elektronika rumah tangga, peralatan listrik dan komponen. Khusus untuk produk HKT, sepanjang tahun 2024 telah mencapai nilai ekspor sebesar 277 juta dolar AS.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga tiket masuk wisata Jogja

15 Maret 2026 - 04:25 WIB

Women’s day : Perempuan dan Perlawanan

8 Maret 2026 - 20:50 WIB

Ilustrasi tentang standar kecantikan perempuan, industri kecantikan, dan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dalam perspektif sosial dan feminisme.

Puluhan Santri dan Wali Santri Gelar Aksi Damai, Desak Penegakan Hukum Berkeadilan dalam Kasus Dugaan Pelecehan

13 Januari 2026 - 13:00 WIB

Puluhan Santri dan Wali Santri Gelar Aksi Damai, Desak Penegakan Hukum Berkeadilan dalam Kasus Dugaan Pelecehan

Pesona Wisata Pantai Kabupaten Probolinggo: Surga Snorkeling di Pesisir Tapal Kuda

28 Desember 2025 - 18:38 WIB

Pesona Wisata Pantai Kabupaten Probolinggo: Surga Snorkeling di Pesisir Tapal Kuda

Skandal Pertalite Probolinggo: DPRD Desak Pemeriksaan Segera Atasi 

8 November 2025 - 18:39 WIB

Skandal Pertalite Probolinggo: DPRD Desak Pemeriksaan Segera Atasi 
Trending di Uncategorized
error: