Menu

Mode Gelap
The 5 Best Gold IRA Companies for 2023 Observational Insights Into Corporations Offering IRA Gold Services Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents

Daerah

Warga Yogyakarta Kembali Tolak Kedatangan Rocky Gerung

badge-check


					Pengamat Politik atau Akademisi Rocky Gerung saat menjadi pemateri di Yogyakarta. (Foto: Kirwan/Suararakyatindo.com) Perbesar

Pengamat Politik atau Akademisi Rocky Gerung saat menjadi pemateri di Yogyakarta. (Foto: Kirwan/Suararakyatindo.com)

SUARARAKYATINDO.COM – Yogyakarta, Sekelompok warga yang tergabung dalam Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menggeruduk sebuah Cafe di Yogyakarta yang menggelar diskusi bertajuk ‘Masa Depan Demokrasi Di Tengah Derasnya Arus Korupsi’.

Penggerudukan itu disebabkan karena yang menjadi pembicara pada diskusi itu pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung.

Awalnya masa berjalan dari sisi utara Jalan Anggajaya 2 menuju lokasi diskusi di Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Masa itu berjalan sambil membentangkan spanduk bertuliskan penolakan kehadiran Rocky Gerung dan Refly Harun yang dijadwalkan mengisi diskusi itu.

Perwakilan PNIB Fajar Yoga dengan tegas menyatakan penolakan terhadap kehadiran Rocky Gerung dan Refly Harun sebagai pembicara dalam diskusi.

Menurutnya, kehadiran kedua individu ini dapat mengganggu situasi yang sudah tidak stabil dan berpotensi untuk memecah belah masyarakat dengan narasi-narasi yang akan sampaikan.

“Kami hari ini jelas seperti kemarin , halau Rocky Gerung acara di Jogja. Jogja kota berbudaya, Jogja istimewa tidak mau diobok-obok dengan cara seperti ini,” tegasnya saat ditemui di halaman depan Cafe penyelenggara, Jumat (8/9).

Selanjutnya, pihak penyelenggara dan masa yang menolak sempat bersitegang dan saling berpegang teguh terhadap prinsip kebebasan berpendapat yang dilindungi Undang-undang.

Sementara, Muhammad Zulhan Fathoni, Ketua Umum PC IMM BSKM, mengungkapkan rasa prihatinnya atas penolakan ini.

Menurut Zulham, tindakan tersebut merusak prinsip-prinsip demokrasi yang mendasari negara ini, terutama dalam konteks diskusi yang mengusung tema besar tentang korupsi di Indonesia.

“Kita menghargai semua bentuk kebebasan berpendapat tapi jangan ada juga yang melanggar kebebasan kami untuk belajar. Kita cuma mau belajar dan mendengar oleh para akademisi, praktisi, dan teman-teman semua. Ini diskusi publik, kita mau belajar,” ujarnya.

Sebagai informasi, penolakan yang sama juga terjadi di Yogyakarta pada Rabu, 2 Agustus 2023 saat Rocky Gerung hendak mengisi acara diskusi di salah satu Cafe yang ada di Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Aksi penolakan terhadap Rocky Gerung bermula sejak adanya ungkapan kontroversial yang menyudutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan umpatan yang dirasa tidak pantas pada beberapa bulan lalu.(Wan)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dua Bersaudara Asal Maron Diciduk Polisi, Diduga Terlibat Aksi Begal di Kraksaan

15 April 2026 - 18:00 WIB

Dua Bersaudara Asal Maron Diciduk Polisi, Diduga Terlibat Aksi Begal di Kraksaan

Komplotan Penipu Sapi di Pasar Wonoasih Dibekuk, Dua Ditangkap Tiga Masuk DPO

15 April 2026 - 13:08 WIB

Komplotan Penipu Sapi di Pasar Wonoasih Dibekuk, Dua Ditangkap Tiga Masuk DPO

Lonjakan Permintaan Pascale­baran Picu LPG 3 Kg Langka di Probolinggo

15 April 2026 - 13:04 WIB

Lonjakan Permintaan Pascale­baran Picu LPG 3 Kg Langka di Probolinggo

Gas Melon Dijual Tembus Rp30 Ribu, Wabup Probolinggo Sidak Kraksaan: Siapa Bermain di Balik Lonjakan Harga?

14 April 2026 - 18:38 WIB

Gas Melon Dijual Tembus Rp30 Ribu, Wabup Probolinggo Sidak Kraksaan: Siapa Bermain di Balik Lonjakan Harga?

Longsor Terjang Dua Rumah di Krucil, Kerugian Ditaksir Hingga Rp5 Juta

14 April 2026 - 10:56 WIB

Longsor Terjang Dua Rumah di Krucil, Kerugian Ditaksir Hingga Rp5 Juta
Trending di Daerah
error: