Daerah  

2 Tokoh Pesantren di Probolinggo Akan Bersatu di Pilbup, Benarkah Itu?

2 Tokoh Pesantren di Probolinggo Akan Bersatu di Pilbup, Benarkah Itu?
Gus Haris dan Lora Fahmi saat bertemu. (Foto: Ist/ilustrasi)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo- Pemilihan Bupati dan wakil Bupati di Kabupaten Probolinggo sudah kian memanas, karena ada 2 tokoh Pesantren besar di Probolinggo sepertinya akan bersatu.

Sosok dua tokoh itu adalah salah satu pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Gus Haris sebagai Bakal Calon Bupati Probolinggo dan Wakilnya Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Lora Fahmi.

Hal ini menjadi harapan masyarakat kabupaten Probolinggo, sebab dua tokoh ini merupakan tokoh panutan yang kelak akan memimpin Kabupaten Probolinggo.

Dalam bayang-bayang ketidakpastian dan harapan akan perubahan, keduanya menawarkan sinergi yang mampu merangkul semua lapisan masyarakat, membawa angin segar ke dalam dinamika politik lokal.

Jika mereka bersatu sebagai pasangan cabup-cawabup, duet ini bisa menjadi simbol persatuan dan kekuatan baru bagi Kabupaten Probolinggo.

Menurut pantauan Suararakyatindo Gus Haris sudah berkoalisi dengan beberapa partai besar seperti Gerindra, Golkar, PKS, dan PPP, serta partai non-parlemen seperti Partai Demokrat, PSI, Partai Buruh, Partai Garuda, Partai Ummat, PKN, Partai Gelora, Perindo, dan PBB.

Dukungan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan dan visi Gus Haris untuk membawa Probolinggo ke era yang lebih baik.

Sedangkan Lora Fahmi merupakan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid yang membawa basis santri dan alumni yang tersebar luas. Selain itu, sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo yang baru, ia membawa semangat baru ke dalam politik lokal.

Pesantren Zainul Hasan Genggong dan Pesantren Nurul Jadid. Kedua pesantren ini tidak hanya bergerak di lembaga pendidikan agama di pesantren saja, tetapi juga berdakwah di masyarakat yang berkontribusi signifikan dalam pembangunan karakter. Kebersamaan ini akan mencerminkan kolaborasi yang kuat untuk kemajuan Probolinggo.

Jika Gus Haris dan Lora Fahmi berpasangan, ini akan menjadi kombinasi yang sempurna. Gus Haris, dengan latar belakang sebagai pengasuh pesantren, pengusaha, seniman, dan olahragawan, menawarkan pendekatan holistik terhadap kepemimpinan. Kedekatannya dengan berbagai komunitas menunjukkan kepekaannya terhadap kebutuhan rakyat kecil.

Lora Fahmi, dengan dukungan dari Pesantren Nurul Jadid dan posisinya di PKB, membawa kekuatan politik yang signifikan. Kombinasi ini menciptakan sinergi yang kuat, di mana energi baru dari Gus Haris dan pengaruh besar dari Lora Fahmi menawarkan harapan dan perubahan yang diidamkan masyarakat Probolinggo.

Tinggalkan Balasan