SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo- Peristiwa pengeroyokan yang menimpa Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Sampurno, menggegerkan warga setempat.
Insiden yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB itu terjadi di kediaman korban dan sempat membuat suasana desa tegang.
Saat kejadian, Sampurno diketahui sedang menerima tamu di rumahnya. Tanpa diduga, dua mobil yang membawa sekelompok orang mendatangi lokasi.
Awalnya, kedatangan rombongan tersebut tidak menimbulkan kecurigaan. Namun situasi berubah ketika terjadi adu mulut yang berujung pada aksi kekerasan.
Menurut keterangan yang disampaikan pihak kepolisian, korban diduga dikeroyok lebih dari sepuluh orang.
Tidak hanya mengalami pemukulan, Sampurno juga terkena sabetan senjata tajam jenis celurit yang menyebabkan luka di bagian kepala, lengan, dan bahu.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di kediaman kepala desa. Awalnya sedang menerima tamu, kemudian datang dua mobil. Sempat terjadi cekcok dan berujung penganiayaan. Motifnya masih kami dalami,” ujar Pras.
Dugaan sementara, insiden ini dipicu kesalahpahaman. Beberapa hari sebelum kejadian, korban disebut sempat berselisih dengan salah satu terduga pelaku dalam sebuah acara pengajian.
Meski menjadi korban serangan, Sampurno memilih untuk menyikapi kejadian tersebut dengan tenang. Ia mengaku tidak ingin memperpanjang persoalan dan menduga pelaku hanya terbawa emosi.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan mengidentifikasi seluruh pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.













