SUARARAKYATINDO.COM, SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur memastikan seluruh jemaah haji asal Jatim tetap diberangkatkan sesuai jadwal pada musim haji 2026. Meski kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah memanas, keberangkatan dipastikan tidak mengalami perubahan.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Asadul Anam, menyampaikan bahwa tahapan persiapan berjalan lancar. Proses penerbitan visa terus dipercepat dan sebagian besar telah selesai, dengan tahap akhir berupa pencocokan foto serta verifikasi data diri jemaah.
Menurutnya, dinamika konflik di Timur Tengah menjadi tantangan tersendiri pada penyelenggaraan haji tahun ini. Namun pemerintah telah melakukan langkah-langkah mitigasi guna memastikan jemaah tetap dapat menjalankan ibadah secara aman dan nyaman.
Anam juga mengingatkan para calon jemaah agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait ketegangan antara Iran dan Israel. Ia menegaskan bahwa setiap perkembangan resmi mengenai pelaksanaan haji akan diumumkan langsung oleh kementerian.
“Hingga saat ini, seluruh rangkaian persiapan dan jadwal keberangkatan tetap berjalan sesuai rencana. Kami berharap situasi yang terjadi tidak semakin meluas,” ujarnya.
Berdasarkan data Kanwil Kemenhaj Jatim, total kuota haji Jawa Timur tahun ini mencapai 42.409 orang. Para jemaah dijadwalkan mulai memasuki Asrama Haji Sukolilo Surabaya secara bertahap mulai 21 April 2026.
Sementara itu, Kabupaten Probolinggo ditetapkan sebagai kelompok terbang (kloter) pertama dari Embarkasi Surabaya. Kloter perdana tersebut dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada 22 April 2026.













