SUARARAKYATINDO.COM- Proses evakuasi jemaah haji sakit dari Madinah ke Makkah terus dilakukan oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Setiap hari ada dua hingga tiga kali pemberangkatan. Sementara jemaah yang meninggal dunia bertambah menjadi 60 orang.
Penanggung jawab evakuasi jemaah haji KKHI Daker Madinah, dr Rikho Ade Putera menyebut, sudah 18 jemaah haji yang dievakuasi. “Rencananya hingga 15 Juni pagi ada 13 orang termasuk yang hari ini,” ujarnya, Rabu (14/6/2023).
Jemaah sakit yang mendapat prioritas evakuasi adalah jemaah yang kloternya telah berada di Makkah. Dengan catatan, jemaah tidak berisiko saat menempuh perjalanan jauh. Jumlah yang dirawat baik di KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) masih banyak meski trennya cenderung menurun.
“Sekaligus memastikan kapan pasien-pasien tersebut dapat dipulangkan dan transportable untuk dievakuasi ke Makkah,” ujarnya.
Jelang deadline masa tinggal jemaah haji di Madinah pada 16 Juni, Atma mengatakan, KKHI mempertimbangkan berbagai opsi dan usulan agar memanfaatkan moda transportasi selain ambulans untuk mengangkut jemaah sakit.
“Di KKHI ada 2 ambulans, di sektor ada 5 ambulans agar bisa mendorong lebih banyak lagi dari Madinah ke Makkah. Kita juga pertimbangkan usulan menggunakan moda transportasi lain, tapi tentunya dengan melihat kebijakan dari Arab Saudi,” ujarnya.
Jemaah Wafat Didominasi Lansia
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, hingga Rabu 14 Juni 2023, jumlah jemaah yang wafat bertambah menjadi 60 orang.
Mayoritas mereka adalah lansia, dengan umur di atas 65 tahun dan memiliki penyakit bawaan (komorbid).
Berdasarkan tempat meninggal, 30 jemaah meninggal di Kota Makkah, 27 jemaah di Madinah, dan 3 jemaah meninggal di Jeddah.
Jamaah yamg wafat di Mekah dishalati dan dimakamkan di Ma’la dan Suraya. Sedangkan di Madinah, dimakamkan di Baqi, kompleks pemakaman di sisi utara Masjid Nabawi.
Berdasarkan asal keberangkatan, jumlah jemaah yang meninggal terbanyak berasal dari embarkasi Surabaya (SUB) Jawa Timur sebanyak 28 jamaah.
Kemudian dari embarkasi Solo (SOC) Jawa Tengah dan embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) Jawa Barat dengan jumlah masing-masing 12 jemaah. Sisanya dari 10 embarkasi lain, termasuk 1 jamaah haji khusus.













