Menu

Mode Gelap
Paito Broto4D sebagai Media Visual untuk Membaca Pola Angka Secara Akurat Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan The Rise of Sugar Daddy Websites in South Africa: A new Age Of Relationships

Nasional

Momentum Politik Cak Imin Sebagai Cawapres

badge-check


					Ketua Umum Partai PKB Muhaimin Iskandar. (Foto; ig @cakiminow) Perbesar

Ketua Umum Partai PKB Muhaimin Iskandar. (Foto; ig @cakiminow)

Oleh; Atiqurrahman

(Alumni PMII Cabang Yogyakarta)

Saya kira, kini Cak Imin telah mendapatkan momentum politiknya. Karena, ia diprediksi kuat akan mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden pada perhelatan akbar demokrasi tahun 2024.

Koalisi Gerindra dan PKB terbilang cukup solid dan damai dibandingkan dengan koalisi partai politik lainnya. Karena kedua partai politik itu saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain.

Maka, wajar saja bila Prabowo Subianto meyerahkan sepenuhnya urusan calon wakil presiden kepada Cak Imin. Dan, tentu saja, Cak Imin takkan menunjuk orang lain, melainkan dirinya sendiri sebagai pendamping ideal bagi Prabowo.

Sebab, memang itulah cita-cita besar PKB sejak pemilu tahun 2019, menginginkan ketua umumnya menjadi orang nomer dua di republik ini, terlepas berpasangan dengan siapa pun.

Selain dengan Prabowo, sosok Cak Imin masuk radar dalam bursa calon wakil presiden Ganjar Pranowo dan PDIP. Pertemuan antara Puan Maharani dan Cak Imin, seakan memberikan sinyal kuat bahwa langkah politik Cak Imin dapat diperhitungkan.

Mengingat, PKB merupakan partai keempat terbesar di republik ini, jika mengacu pada hasil pemilu 2019 lalu. Karena itu, pantas saja bila PDIP mencoba melirik atau bermain mata dengan PKB.

Cak Imin dan Resources Politiknya.

Pertanyaannya, mengapa sosok Cak Imin dan PKB kini mulai diperhitungkan dalam percaturan politik nasional, khusunya oleh kedua calon presiden itu?.

Jawaban sederhananya adalah, karena Cak Imin memiliki efek politik elektoral, sekaligus mempunyai peralatan sumber daya (Resources) politik yang lumayan lengkap dan kuat dibandingkan dengan tokoh lainnya.

Di antara kelebihan Cak Imin ialah; pertama, Ia, merupakan ketua umum partai politik, sehingga ia bisa bergerak secara bebas dan leluasa tanpa ada orang yang mendiktenya.

Bahkan, ia mampu berselancar diatas ombak kepentingan apa pun. Salah satu faktanya, ia mampu menempatkan kader-kader terbaik PKB di ruang-ruang kekuasaan pada setiap rezim politik, mulai dari SBY hingga Jokowi.

Kedua, sebagaimana Cak Imin tegaskan, bahwa ada 13 juta basis konstituen yang militan dan setia pada PKB, salah satunya ada di Jawa Timur.

Sebuah daerah yang sangat menentukan sekaligus diperhitungkan ketika menjelang pemilu, karena jumlah pemilihnya lumayan banyak, dan saat ini kurang lebih ada 32 juta pemilih untuk pemilu 2024.

Ketiga, menurut Mas Eef Saifullah Fatah, seorang pengamat dan konsultan politik idola saya, menuturkan di salah satu kanal YouTube, bahwa Cak Imin dan PKB memiliki sumber daya politik yang lumayan kuat.

Sebab, PKB kini merupakan salah satu partai politik terbesar setelah PDIP, Gerindra, dan Golkar. Bahkan basis konstituen PKB telah terjadi pemerataan di berbagai daerah. Hal ini bisa kita lihat dari perolehan suara pada pemilihan legislatif 2019 mencapai 10℅, dan mampu mengantarkan 58 kadernya menduduki kursi legislatif.

Keempat, Cak Imin adalah orang yang tepat untuk mengelola segenap aspirasi politik warga Nahdliyyin (kultural), sekaligus menjadikannya sebagai basis pemilihnya. Bagaimana pun juga, PKB adalah anak kandung sah yang lahir dari rahim Nahdhatul Ulama pada 25 tahun silam.

Dengan kata lain, PKB merupakan satu-satunya partai politik yang cukup otoritatif sebagai penyambung lidah warga Nahdliyyin. Tentunya, karena ada kesamaan sejarah, tradisi, visi-misi dan komitmen terhadap Ahlus Sunnah Waljamaah.

Kelima, Cak Imin adalah politisi muda yang berintelektual. Ia mempunyai pemikiran tentang arah perjalanan republik ini. Ia memahami segenap persoalan yang sedang dihadapi oleh republik ini.

Dan, enam poin penting yang Cak Imin sampaikan kepada jutaan kader PKB di Hari Lahir PKB di Stadion Manahan, Solo, bagi saya semacam sebuah “Manifesto Politik” terkait arah gerakan PKB ke depan.

Artinya, PKB memiliki misi politik penting yang harus diupayakan; 1). Mempertahankan ajaran pendiri Nahdhatul Ulama. 2). Menjadi pemersatu dan perawat kemajemukan. 3). Menjaga kesinambungan reformasi dan pembangunan. 4). Tetap berada ditengah rakyat dan memberikan solusi. 5). Pengawalan dana desa, dan 6). Memenangkan pemilu 2024.

Dengan kelima alasan tersebut, menurut saya, sekali lagi, Cak Imin mempunyai modal politik cukup kuat untuk menjadi calon wakil presiden. Terlepas siapa pun pasangan calon presidennya. Dan, kemungkinan besar akan keluar sebagai kampiun.

Dan, apabila nanti Cak Imin tidak menjadi calon wakil presiden, setidaknya kita bisa belajar darinya. Bahwa menjadi politisi harus mampu mengkombinasikan antara cita-cita idealisme (gagasan) dengan politik pragmatis sekaligus dalam satu rumpun kekuasaan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: