SUARARAKYATINDO.COM -Probolinggo, Istri Anggota Kepolisian Polres Kabupaten Probolinggo dinilai kurang beretika, usai protes terhadap pelayanan yang diberikan oleh salah satu siswa sekolah siswa SMKN 1 Kota Probolinggo dan mengalami traumatis akibat kejadian tersebut, Selasa (5/08/2023).
Selebgram cantik Luluk Nuril asal Kabupaten Probolinggo itu viral lantaran komplain terhadap Siswa yang sedang magang di KDS.
Kejadian itu viral di jejaring media sosial tiktok milik @luluk.nuril, ketika di telusuri ternyata seorang istri anggota polisi atau ibu bhayangkari yang merupakan istri dari anggota Polres Probolinggo.
Luluk Nuril viral, usai unggahan video komplainnya di Tiktok, yang protes terhadap pelayanan yang diberikan karyawan magang pusat perbelanjaan KDS, dianggap Luluk kurang beretika.
Hal itu langsung direspon oleh Polres Probolinggo, tempat suami Luluk berdinas. Pihak Polres menyampaikan, jika pihaknya telah melakukan pemanggilan dan pembinaan terhadap perempuan yang memiliki nama lengkap Luluk Sofiatul Jannah tersebut.
Kehadiran Luluk di Mapolres Probolinggo, turut ditemani suaminya yang merupakan anggota Kepolisian Resor (Polres) setempat.
Sebelumnya, pihak Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana mengatakan, jika pihaknya juga berencana memanggil kedua belah pihak, untuk melakukan mediasi terhadap peristiwa tersebut.
“Untuk anggota kami dan istri sudah kami
lakukan pembinaan, kami juga berencana untuk memediasi kedua belah pihak,” tegas Wisnu, pada Jum’at (1/9/2023) malam.
Dalam kekesalan itu, Luluk langsung mengunggah video di akun Tiktok, tetang kekecewaannya dengan perlakuan salah satu karyawan magang pusat perbelanjaan KDS Probolinggo.
Bahkan, usai videonya viral, Karyawan magang pusat perbelanjaan KDS yang dikomplain mengalami traumatis. Sementara pihak KDS sudah melakukan permintaan maaf terhadap peristiwa tersebut.
Kejadian ini juga di respon oleh pihak Dinas Sosial Kota Probolinggo terkait memulihkan mental siswa tersebut, pihak Dinas Sosial Kota Probolinggo, akhirnya melakukan upaya pendampingan dengan cara trauma healing.
“Kami sudah memberikan layanan trauma healing kepada siswa, melalui psikolog. Harapan kami kondisi mental siswa pulih kembali akibat trauma, mengingat ia masih pelajar dan masih melanjutkan sekolahnya,” jelas Kepala Dinsos PPPA3 Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo.
Rey Suwigtyo juga menegaskan, untuk masalah hukumnya, informasi diterimanya pihak sekolah sudah menindaklanjutinya ke pihak Polres Probolinggo.
“Kita belum tahu pasti, karena tugas kami untuk pemulihan kondisi mental siswa saja,” imbuhnya.













