SUARARAKYATINDO.COM- Pasangan capres dan cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD dinilai masih sulit mengalahkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin untuk raih suara di Jakarta.
Kiprah Anies Baswedan untuk Jakarta dianggap bisa jadi nilai plus dalam meraup suara. Sedangkan pemilihan Cak Imin sendiri tidak banyak mempengaruhi.
Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai Anies sudah punya basis massa cukup kuat di Jakarta setelah menjabat sebagai Gubernur DKI periode 2017-2022.
Hal ini bisa dilihat dari beberapa hasil survei yang selalu menempatkan elektabilitas Anies Baswedan di posisi teratas sebagai calon presiden pilihan warga Jakarta.
“Peluang Anies dan Cak Imin akan lebih besar menang karena sudah punya basis massa sejak menjadi gubernur,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/10/2023).
“Namun, kehadiran Cak Imin diperkirakan tidak akan menambah suara Anies secara signifikan,” sambungnya.
Persaingan sengit, lanjut pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul ini, justru akan terjadi antara pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD dan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Meski diperkirakan mendapat tambahan suara dari komunitas Madura dan Gusdurian di Jakarta, namun sulit bagi Ganjar-Mahfud mengalahkan Anies-Cak Imin.
Sebab, suara PDI Perjuangan di Jakarta berpeluang terbelah dengan masuknya Gibran mendampingi Prabowo.
“Suara PDIP yang berafiliasi ke Jokowi berpeluang besar akan memilih Prabowo-Gibran. Begitu juga bantuan relawan Jokowi akan menambah pundi-pundi suara Prabowo-Gibran,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menilai sulit bagi Ganjar-Mahfud untuk bersaing di Jakarta.













