Menu

Mode Gelap
Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor Heart Health Program: Discover Ways to Reverse Heart Disease & Problems Naturally Post By @mindbodybydoc · 1 Video Paito Broto4D sebagai Media Visual untuk Membaca Pola Angka Secara Akurat Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan

Nasional

Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Dukung Prabowo-Gibran, Bolehkah?

badge-check


					Pemerintah desa saat melakukan dukungan. (Foto: ist/ilustrasi) Perbesar

Pemerintah desa saat melakukan dukungan. (Foto: ist/ilustrasi)

SUARARAKYATINDO.COM- Relawan perangkat desa di bawah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) menunjukkan dukungan ke capres dan cawapres Prabowo-Gibran siang ini.

APDESI menilai Prabowo-Gibran sebagai sosok paslon yang paling berpihak kepada kemajuan desa di 2024.

Padahal, ketentuan netralitas kepala desa diatur negara bahkan melalui dua undang-undang sekaligus. Yakni Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Lantas, apakah dukungan ini melanggar aturan?

Koordinator Nasional APDESI Muhammad Asri Annas mengakui pihaknya bukan langsung mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Gibran. Namun APDESI merasa perlu mencari sosok pemimpin yang peduli pada perangkat desa.

“Ada sesuatu di mana kita, tidak bisa menyebut deklarasi, tetapi sudahlah kalau teman-teman penggerak desa ini tahu apa yang dilakukan. Kalau mau memberikan dukungannya penuh kepada capres atau cawapres, tidak harus deklarasi kalau kami mau,” kata Annas di Indonesia Arena, Minggu (19/11/2023).

“Dalam pandangan kami, rasanya Bapak Prabowo dan Mas Gibran mengakomodir. Jadi kalau ada yang keluar mengatakan ini deklarasi, nggak. Ya kira-kira seperti itu lah ya (dukungan tersirat),” imbuh dia.

Sebab itu, Annas memandang pihaknya tak melanggar aturan.

“Nggak juga karena ini kan bukan mobilisasi. Ini acara tahunan kita. Jadi kan nanti kalau ada kesan, enggak seperti itu. Ini acara tahunan dan kan setiap saat buat acara desa. Kumpul selalu,” ujar Annas.

“Hampir kalau Silagnas itu acara tahunan, tetapi kali ini menjelang 2024 kami ingin menjadikan momentum untuk konsolidasi bagi siapa yang benar-benar peduli dengan pembangunan desa,” tambah dia.

Annas mengatakan pihaknya pernah menggelar acara serupa dengan capres Anies Baswedan. Namun menurutnya setelah berinteraksi dengan para paslon, Prabowo-Gibran yang dinilai pihaknya lebih mengakomodir kebutuhan perangkat desa.

“Sebenarnya kita udah berkomunikasi dan kalau teman lihat jejak digital, awalnya bahkan saya kemarin memberikan support dukungan penuh kepada Anies Baswedan kan. Acara di Bandung, Desa Bersatu kan itu kami. Saya buat itu. Yang saya menghadirkan 45 ribu perangkat desa kan yang di Bandung, Jabar itu, kami yang buat dan awalnya konsolidasi,” jelas Annas.

“Tapi buat kami siapa yang kemudian mau benar-benar mengakomodir kepentingan desa, ya buat kita, ada di situ. Jadi nggak penting untuk menghadirkan semua. Yang kita butuhkan adalah siapa yang mau mengakomodir,” tandas dia.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: