Menu

Mode Gelap
Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan The Rise of Sugar Daddy Websites in South Africa: A new Age Of Relationships Understanding Private Jet Charter Prices: A Complete Information

Nasional

Prabowo dan Muhaimin Iskandar Bertemu, Begini Tawaran Yang Dilakukan Oleh Prabowo Terhadap PKB

badge-check


					Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto bertemu dan berjabatan tangan. (Foto: Ig @cakiminow) Perbesar

Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto bertemu dan berjabatan tangan. (Foto: Ig @cakiminow)

SUARARAKYATINDO.COM- Presiden dan Wakil Presiden baru, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka disebut-sebut akan untung banyak jika bisa menggaet PKB ke dalam kabinet pemerintahannya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (INDOSTRATEGIC), Ahmad Khoirul Umam menanggapi sejumlah partai politik termasuk PKB yang gencar didekati Prabowo usai dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2024.

Khoirul Umam membeberkan sejumlah keuntungan Prabowo-Gibran jika mau menarik PKB sebagai koalisi pendukungnya.

Pertama, kata dia, dengan besarnya suara PKB di Parlemen, maka hal tersebut bisa menambal kekurangan dukungan Prabowo-Gibran.

“PKB memiliki kekuatan suara di parlemen yang bisa menambal kekurangan dukungan politik Prabowo-Gibran di parlemen. Sehingga pemerintahan baru bisa lebih stabil,” kata Umam kepada wartawan dikutip Jumat (26/4/2024).

Kemudian yang ke dua, kata dia, meskipun memiliki hubungan tidak harmonis dengan PBNU, namun PKB merupakan satu-satunya partai politik yang diyakini menjadi representasi dari kekuatan politik kaum Nahdliyyin, yang merupakan kekuatan Islam moderat terbesar di Indonesia.

“Saat ini, di koalisi Prabowo-Gibran baru ada PAN selaku partai berbasis Ormas Islam Muhammadiyah. Maka masuknya PKB akan mengokohkan dukungan politik Islam moderat terhadap pemerintahan baru Prabowo-Gibran,” tuturnya.

Lalu yang ketiga, menurutnya, jika Prabowo-Gibran membuka pintu bagi masuknya PKB dan menahan PKS untuk berada di luar, langkah itu akan mencitrakan komitmen ideologis pro-Islam moderat dari pemerintahan baru Prabowo-Gibran.

Kedekatan Prabowo-Gibran dengan PKB, kata dia, akan mendekatkan pemerintahan baru dengan basis massa Nahdliyyin, dimana basis pemilih loyal PKB terbukti mengalami split ticket voting di Pemilu 2024 lalu. Di mana, basis pemilih loyal PKB memang tetap memberikan dukungannya di Pileg pada PKB, namun untuk Pilpres lebih banyak mereka mendukung Prabowo-Gibran.

“Karena itu, memasukkan PKB ke pemerintahan baru Prabowo-Gibran setidaknya akan menyolidkan kedekatan pemerintahan baru dengan basis Nahdliyyin yang praktis masih menjadi komunitas Muslim terbesar di masyarakat politik Indonesia saat ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengaku partainya sudah mendapat lampu hijau dari Prabowo Subianto untuk bergabung di kabinet pemerintahan mendatang.

“Hijau tua lah kan ke sini. Kalau disebut hijau, hijaunya hijau tua lah,” kata Jazilul kepada wartawan di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2024) malam.

Jazilul menganggap PKB menjadi salah satu partai yang diperhitungkan Prabowo untuk diajak bekerja sama.

“PKB bagian yang kira-kira dalam dugaan saya prioritas untuk diajak bekerja sama. Tapi ini persepsi saya kepada Pak Prabowo,” ucap Jazilul.

Selain itu, Jazilul menilai PKB sudah siap jika nantinya ditawari untuk bergabung di kabinet. “Kan Pak Muhaimin bilang cetho-cetho itu apaya sudah clear kalau bahasa Inggrisnya,” kata Jazilul.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: