Menu

Mode Gelap
Exploring the World Of Private Jet Airlines: An Observational Examine Digital Circus Episodes Reviews Highlights and Episode Guides for Viewers Murder Drones Episodes Complete Guide to Every Season and Key Moments The Rise of Sugar Daddy Websites: Exploring Connections Without Meetings Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents

Kolom

Sajak-sajak Mas Dewa, Suara Merdeka

badge-check


					Ilustrasi Tempat pengibaran upacara 17 Agustus yang ke 79 nanti. (Foto: Ist/ilustrasi) Perbesar

Ilustrasi Tempat pengibaran upacara 17 Agustus yang ke 79 nanti. (Foto: Ist/ilustrasi)

Suara merdeka

Di tengah debur ombak sejarah
Suara merdeka menggema tanpa henti
Di langit biru yang tak tertutup awan
Bendera berkibar, melambai penuh arti

Dari tanah yang pernah tertindas
Keringat dan darah bersatu padu
Menjadi saksi perjuangan tak berkesudahan
Kini kita berdiri, tegak tak lagi sendu

Lengking kebebasan membahana
Menyusuri jalan panjang berliku
Kita rayakan tiap hela nafas
Dalam kemerdekaan, kita menemukan makna

Tangan-tangan yang dulunya terluka
Kini menggenggam masa depan
Dengan tekad dan cinta yang membara
Kita ukir sejarah dengan penuh harapan

Dalam tiap detik dan helaan nafas
Kita ingat jasa dan pengorbanan
Kemerdekaan bukan sekadar kata
Tapi jiwa yang terus membara dalam tindakan

Merdeka bukan pemberian

Di bawah langit yang belum bersih
Terdengar teriakan dan jeritan
Mereka yang berjuang di medan
Menentang segala bentuk penindasan

Dari pelosok tanah yang terlupakan
Mereka melangkah dengan tekad tak tergoyahkan
Di tengah hujan peluru dan badai
Semangat mereka tak pernah padam

Dalam kegelapan malam yang pekat
Keringat dan darah menjadi saksi
Para pahlawan bertarung tanpa henti
Mewujudkan mimpi dalam impian yang tak pernah mati

Di jalan berbatu dan penuh duri
Dengan hati yang tulus dan berani
Mereka berjuang untuk hari esok
Untuk kebebasan yang abadi

Kini di hari yang penuh cahaya
Kita merayakan hasil perjuangan
Namun jangan lupakan jejak yang tertinggal
Jejak keberanian, cinta, dan pengorbanan

Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini
Adalah hadiah dari perjuangan yang tak pernah mundur
Di setiap detik, mari kita hargai
Dan simpan dalam – dalam
Bahwa merdeka kita dapat sendiri bukan diberi

Merdekamu, kekasih

Seperti kataku waktu itu
Bahwa cinta adalah perjuangan
Memperebutkan kekuasaan
Mempersempit persaingan
Dan mempertahankan kesetiaan

Jika laku yang kujalani berupa batuan terjal
Maka senyummu ialah sampul yang melingkar kuat untukku selalu merasa aman

Bukan jatuh yang kutakutkan, kekasih
Jauh dari itu ada hal mengerikan yang tak pernah aku banyangkan
Sebab, jika aku telah merdeka
Dan pulang membawa rindu – cinta
Tetapi pada pintu yang kuhampiri telah singgah hati lain
Maka merdeka hanya tinggal kata saja

Dalam sendiri
Aku mendongakkan kepala pada langit yang akhir – akhir ini terasa pucat
Ia lemas
Lunglai tak seperti biasanya
Apakah itu kekasih ?

Kau masih baik – baik saja bukan ?
Semua harap dan cemas
Berupa angin dan hujan
Yang terus menghantam perasaan
Akan dirimu yang sangat aku harapkan

Kembang melati kesukaanmu
Kutanam rapi dalam sanubari
Lalu untukmu, larik ini aku tulis
Agar jika hal – hal buruk nanti menghampiri
Cukup tubuh ini saja yang mati
Tapi tidak cintaku padamu, kekasih

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Makan Bergizi Gratis (MBG) : Kebijakan Populis yang Mengorbankan Pendidikan?

16 Februari 2026 - 18:41 WIB

Ilustrasi Anggaran Pendidikan dan Program MBG 2026

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu
Trending di Kolom
error: