SUARARAKYATINDO.COM – Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Agama Nasaruddin Umar telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M.
Penandatanganan ini dilakukan bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F. Al-Rabiah, dengan didampingi oleh Deputy Bidang Hubungan Internasional, Hasan Bin Yahya Almunakhirah.
Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Gus Irfan, menyatakan bahwa MoU ini menjadi tonggak awal persiapan penyelenggaraan haji untuk jemaah asal Indonesia.
Ia menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi atas komitmen dan respons positif terhadap berbagai usulan dari Indonesia.
“Meski beberapa kebijakan bersifat tetap, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tetap mempertimbangkan sejumlah usulan dari Indonesia,” ungkap Gus Irfan.
MoU ini tidak hanya menjadi dasar pelaksanaan ibadah haji 1446 H, tetapi juga merupakan langkah awal untuk penyelenggaraan haji tahun 1447 H yang rencananya akan sepenuhnya dikelola oleh BP Haji.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron B. Ambary, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief, serta pejabat lainnya dari Kementerian Agama dan BP Haji.
Selain penandatanganan MoU, delegasi Indonesia juga dijadwalkan menghadiri konferensi dan Pameran Haji pada 13 Januari 2025.
Acara ini menjadi momentum strategis dalam menentukan dan memilih layanan berkualitas demi penyelenggaraan haji yang lebih baik.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia dapat terus meningkat, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para calon jemaah.













