Menu

Mode Gelap
Investing in Gold and Silver by Way of An IRA: A Comprehensive Guide DPUPR Gerak Cepat Perbaiki Jalan Condong–Manggisan, Tindak Lanjut Laporan Warga Dari Embarkasi Surabaya, 374 Jemaah Probolinggo Awali Perjalanan Suci ke Madinah Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama Exploring The Cheapest Private Jet Charter Choices Revolutionizing Luxury Journey: The Emergence Of VIP Jets

Nasional

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

badge-check


					Kepala DLH Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah pimpinan daerah Kabupaten Grobogan pada acara tanam 1000 pohon di Grobogan pada Rabu (22/4/2026). (Foto/Suararakyatindo.com-Kirwan) Perbesar

Kepala DLH Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah pimpinan daerah Kabupaten Grobogan pada acara tanam 1000 pohon di Grobogan pada Rabu (22/4/2026). (Foto/Suararakyatindo.com-Kirwan)

GROBOGAN Di tengah meningkatnya ancaman krisis lingkungan, sebuah inisiatif berbasis desa muncul dengan pendekatan yang tidak biasa: menggabungkan penghijauan dengan penguatan ekonomi lokal melalui riset dan inovasi. Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA) bersama Pemerintah Desa Mojohagung, Karangrayung, Kabupaten Grobogan, memulai gerakan penanaman alpukat sebagai bagian dari pembangunan koridor hijau produktif pada Rabu (22/4/2026).

Penanaman alpukat aligator dilakukan di sepanjang koridor desa dengan tujuan tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Tanaman ini dipilih karena memiliki akar kuat yang mampu menjaga stabilitas tanah serta nilai ekonomi tinggi sebagai komoditas superfood.

Program ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, BRIDA Jawa Tengah, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, hingga Jamkrida Jawa Tengah.

Kepala DLH Provinsi Jawa Tengah menilai langkah tersebut sebagai bagian dari pendekatan preventif dalam menghadapi persoalan lingkungan.

“Pendekatan seperti ini penting karena langsung menyentuh akar persoalan. Penataan vegetasi yang tepat di tingkat desa akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas lingkungan, khususnya dalam mengurangi risiko banjir dan erosi,” ujarnya kepada wartawan.

BRIDA Jawa Tengah juga mendorong agar model ini dapat dikembangkan lebih luas dengan dukungan riset dan teknologi.

Di sisi lain, Ketua IPDA menegaskan bahwa desa harus menjadi pusat inovasi yang bertumpu pada kekuatan masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal IPDA, Muhammad Sakur, S.Sos., M.Sc., menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program ini berbasis kajian ilmiah.

“Yang kita bangun adalah model berbasis evidence. Pemilihan vegetasi, desain penanaman, hingga arah pengembangannya didasarkan pada kajian ilmiah terkait konservasi tanah dan air. Dengan keterlibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional dan BRIDA, kita membuka ruang untuk penguatan berbasis data, sekaligus mendorong integrasi dengan skema ekonomi lingkungan dan pembiayaan hijau,” jelasnya.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan simbolik, melainkan fondasi pembangunan desa berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: