SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) bergerak cepat merespons kerusakan infrastruktur yang ditinggalkan musim hujan berkepanjangan.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa, didampingi Wakil Bupati Probolinggo, dan Kepala Dinas PU SDA Jatim, Ir. Baju Trihaksoro, saat meninjau pembangunan bronjong di Desa Kalibuntu, Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/6/2025).
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pihaknya menerima banyak pengajuan proyek fisik dari berbagai kabupaten/kota yang terdampak bencana alam.
Menurutnya, sejumlah infrastruktur vital seperti jembatan dan tanggul mengalami kerusakan serius akibat intensitas hujan tinggi yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Timur dalam beberapa bulan terakhir.
“Musim hujan yang relatif panjang berdampak hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Banyak jembatan yang ambruk dan tanggul yang jebol,” ujar Khofifah saat di lokasi.
Salah satu fokus penanganan adalah wilayah pesisir Kalibuntu, Kabupaten Probolinggo. Abrasi sungai yang telah berlangsung cukup lama semakin mengancam bangunan SD Negeri Kalibuntu. Dari tujuh ruang kelas, dua di antaranya sudah ambruk dan sisanya berada dalam kondisi rawan.
“Abrasi ini sudah berlangsung cukup lama. Baru dikonfirmasi ke Pemprov pada Februari lalu, dan sekarang kita mulai perkuat dengan bronjong. Target kami selesai Agustus,” ungkap Khofifah.
Tak hanya di Probolinggo, penanganan juga dilakukan di daerah lain. Seperti di Kabupaten Jember, misalnya, tanggul di Kecamatan Tanggul dilaporkan jebol akibat luapan sungai dan kini tengah dalam proses penanganan.
Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim tidak tinggal diam dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan, demi menjaga keselamatan warga dan mendukung pemulihan aktivitas ekonomi.
“Kami terus berkeliling ke daerah-daerah terdampak. Mohon doa dan dukungan masyarakat, agar semua proses ini bisa berjalan lancar dan membawa manfaat bagi kehidupan bersama,” imbuhnya.













