SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Suasana hangat namun penuh makna tercipta di RS Masada, Kabupaten Probolinggo, Rabu (25/6/2025), saat Dr. Lia Istifhama, anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, hadir dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Acara yang mengusung semangat kebangsaan yang membumi, Lia mengajak peserta dari berbagai kalangan pemuda, tokoh agama, kelompok tani, hingga masyarakat umum untuk merefleksikan kembali makna Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di tengah tantangan zaman.
“Bangsa ini butuh penjaga nilai, bukan penonton. Jangan biarkan anak muda tumbuh tanpa akar kebangsaan,” tegas Ning Lia dengan nada lembut namun mengena.
Ia mengingatkan bahwa saat ini masyarakat cenderung hidup dalam “gelembung sosial” masing-masing. Interaksi antarkelompok menurun, rasa percaya melemah, dan nilai kebersamaan mulai tergerus.
“Kalau terus begini, individualisme akan merusak fondasi bangsa. Padahal, kekuatan kita ada di solidaritas sosial,” ucapnya.
Kepada Gen Z, Lia mengajak mereka untuk tidak takut berbicara tentang Pancasila dan kebangsaan—asal dengan cara mereka sendiri.
“Gen Z itu cerdas dan kreatif. Tinggal bagaimana kita sampaikan pesan kebangsaan dengan bahasa mereka. Bukan menggurui, tapi mengajak,” katanya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, Ali Wafa, yang menyebut bahwa nilai-nilai luhur dalam Pancasila adalah pondasi penting dalam menjaga demokrasi yang beretika.
“Ketuhanan Yang Maha Esa bukan sekadar sila pertama. Ia adalah cermin bahwa politik dan demokrasi kita harus beradab,” ujarnya.
Ali juga mengapresiasi komitmen Lia yang dinilai mampu menjembatani suara rakyat di daerah dengan kebijakan nasional.
“Bu Lia bukan sekadar wakil rakyat, tapi penggerak yang turun langsung ke lapangan,” tambahnya.
Tokoh masyarakat Abdul Latif turut menyoroti pentingnya kebijakan nasional yang berpihak pada kebutuhan masyarakat di daerah.
Menurutnya, peran DPD RI, terutama Komite III, sangat penting dalam memastikan keadilan pembangunan.
Sementara itu, KH Dr. Abidi Roziq, S.H.I., M.Pd, menutup kegiatan dengan pesan kuat: keadilan hukum harus menjadi milik semua, tanpa pandang status.
“Negara tidak akan kuat kalau hukum hanya tajam ke bawah. Semua harus setara di mata hukum,” tandasnya.













