SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Fenomena kepercayaan publik terhadap figur populer di media sosial kembali menuai sorotan. Kali ini, selebgram asal Probolinggo, Luluk Sofiatul Jannah alias Luluk Nuril, menjadi pusat perhatian setelah dituding terlibat dalam kasus dugaan penipuan bermodus arisan dan kerja sama bisnis yang menyebabkan kerugian besar.
Kasus ini mencuat setelah selebriti sinetron nasional, Delia Yasmine, mengaku menjadi salah satu korban. Ia menyebut telah merugi Rp130 juta setelah mempercayai tawaran Luluk, yang dikenal sebagai sosok publik dengan banyak pengikut di media sosial.
“Dia datang langsung, berbicara dengan meyakinkan, dan membawa nama bisnis serta arisan. Saya tidak curiga, karena citranya di media sosial cukup positif,” ujar Delia kepada Suararakyatindo.com, Minggu (6/7/2025).
Namun belakangan, kepercayaan itu justru berujung pada kerugian. Tidak hanya Delia, sejumlah warga dari Surabaya, Madura, hingga Probolinggo mulai bersuara, mengaku mengalami hal serupa.
Kasus Luluk Nuril menggambarkan apa yang oleh para pakar disebut sebagai influencer trust trap—sebuah jebakan psikologis ketika seseorang terlalu mudah percaya pada tokoh media sosial karena kedekatan virtual dan citra yang dikonstruksi secara digital.
“Jangan mudah percaya hanya karena seseorang punya banyak followers. Popularitas tidak selalu berbanding lurus dengan integritas,” pesan Delia, yang kini meminta masyarakat lebih bijak menyikapi tawaran investasi dari kalangan influencer.
Hingga kini, belum ada laporan resmi ke penegak hukum. Namun gelombang keresahan publik terus membesar, menuntut kejelasan dan tanggung jawab dari pihak yang terlibat.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa selebritas digital bukan jaminan kepercayaan, apalagi dalam urusan uang. Literasi keuangan dan kewaspadaan menjadi kunci penting di tengah derasnya arus tawaran manis dari dunia maya.













