SUARARAKYATINDO.COM, – Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto memberi amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berpotensi memperlebar jarak politik antara Prabowo dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ia menyebut keputusan itu sebagai koreksi terhadap pola pemidanaan di era Jokowi yang dinilainya kerap menyasar pihak oposisi secara tajam.
“Pemidanaan aktivis kritis sangat masif di era Jokowi, termasuk dengan delik makar, digunakan sebagai alat meredam oposisi,” ujar Ray dalam pernyataannya, Minggu (3/8).
Ray memprediksi bahwa secara politik, pemberian amnesti tersebut dapat mempererat hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, PDIP berpotensi merasa memiliki utang politik kepada Prabowo atas pembebasan Hasto, meskipun ia ragu partai berlambang banteng itu akan langsung berbalik arah mendukung pemerintahan.
“PDIP akan tetap berada di luar pemerintahan. Tapi menjadi oposisi yang moderat, setidaknya dalam tahun pertama pemerintahan Prabowo. Mereka akan lebih menahan diri,” katanya.
Ray juga menyinggung risiko politik jika pemberian amnesti dijadikan sebagai alat tukar dukungan. Menurutnya, PDIP bisa kehilangan kredibilitas politik jika terlihat ‘jual beli’ sikap oposisi dengan pengampunan hukum.
Di sisi lain, Ray menyoroti aspek hukum dari kasus Hasto dan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong). Ia menyebut logika hukum dalam putusan terhadap keduanya lemah dan terkesan dipaksakan. Salah satunya adalah alasan bahwa kebijakan impor gula Tom Lembong dinilai kapitalistik oleh hakim dan dijadikan dasar vonis.
Terkait hal ini, Ray menganggap langkah Prabowo memberi amnesti dan abolisi sebagai langkah korektif terhadap penggunaan hukum sebagai alat politik.
Sebelumnya, DPR RI telah menyetujui permintaan Presiden Prabowo dalam surat resmi bernomor Pres/R43/Pres-07/2025, yang meminta konsultasi terkait abolisi terhadap Tom Lembong. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumumkan persetujuan tersebut secara resmi.













