Menu

Mode Gelap
Semi-Private Flights: The Handy and Affordable Strategy to Journey Near You How to Arrange A Gold IRA: A Complete Information Gold Bars for Sale: An In-Depth Take a Look at Funding And Acquisition Understanding IRA Gold Companies: A Complete Overview The Best Places To Buy Gold: A Comprehensive Guide Semi-Private Flights: The Way Forward For Air Journey

Kolom

Dana Desa Dipangkas, Kades Dipaksa Tanggung Gagal Bayar Koperasi Merah Putih

badge-check


					Presiden Prabowo saat hadir dalam sebuah acara dan nampak juga hadir wakil presiden Gibran Rakabuming Raka Perbesar

Presiden Prabowo saat hadir dalam sebuah acara dan nampak juga hadir wakil presiden Gibran Rakabuming Raka

SUARARAKYATINDO.COM,– Nasib kepala desa (kades) di tahun 2026 dipertaruhkan. Pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 memangkas alokasi Dana Desa menjadi hanya Rp60,5 triliun, sekaligus menetapkan skema kontroversial: dana tersebut dapat digunakan sebagai talangan apabila Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengalami gagal bayar.

Kebijakan ini sontak memicu keresahan di tingkat desa. Pasalnya, selain anggaran menyusut, para kades kini juga harus menanggung risiko dari koperasi yang dikelola di luar kendali desa, namun bebannya dilempar ke desa.

Dana Desa Terkecil dalam 5 Tahun Terakhir

Jika dibandingkan lima tahun terakhir, alokasi Dana Desa tahun 2026 merupakan yang terkecil, sebagai berikut:

a. 2021: Rp71,9 triliun

b. 2022: Rp67,9 triliun

c. 2023: Rp69,9 triliun

d. 2024: Rp70,9 triliun

e. 2025: Target Rp71 triliun, namun prognosisnya hanya Rp68,9 triliun

v. 2026 (RAPBN): Rp60,5 triliun

Pemotongan ini membuat kepala desa semakin kesulitan menjalankan program pembangunan, terlebih karena Dana Desa kini juga diarahkan untuk menopang kebijakan pusat yang tidak berkaitan langsung dengan desa.

Dana Desa Jadi Penyelamat Koperasi Bermasalah

Pemerintah menyatakan Dana Desa dapat digunakan untuk menalangi pinjaman koperasi Merah Putih yang mengalami gagal bayar. Tujuannya adalah menjaga kualitas aset lembaga pemberi pinjaman.

Namun, bagi banyak pihak, kebijakan ini menimbulkan tanda tanya besar. Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan dasar justru dijadikan penyangga kegagalan koperasi yang pengelolaannya tidak transparan.

Pakar: Risiko Moral Hazard dan Kerugian Sistemik

Pengamat perbankan dan sistem pembayaran, Arianto Muditomo, menilai kebijakan ini sarat risiko. Ia menyebut bank-bank Himbara yang menampung Dana Desa bisa terpapar risiko sistemik jika koperasi gagal bayar secara masif.

“Bank kehilangan mekanisme kontrol. Dana Desa seharusnya untuk kegiatan produktif, bukan untuk menambal kerugian manajemen koperasi,” ujarnya, Senin (18/8/2025).

Arianto juga mengingatkan akan potensi moral hazard, karena tidak ada sanksi atau kewajiban pengembalian jika koperasi gagal bayar. Beban justru dialihkan ke desa, yang tidak punya otoritas dalam pengelolaan koperasi.

Kepala Desa Terjepit: Dana Dipotong, Beban Bertambah

Di saat yang sama, pemerintah tetap mematok banyak program prioritas yang harus dijalankan desa dengan anggaran yang dipotong, seperti:

Bantuan langsung tunai (BLT) untuk pengentasan kemiskinan ekstrem

1. Ketahanan pangan dan energi desa

2. Infrastruktur padat karya

3. Digitalisasi desa

4. Peningkatan layanan kesehatan dasar

5. Pengembangan potensi ekonomi lokal

Dengan beban program sebanyak itu, dana yang terbatas, dan risiko tambahan dari koperasi, kades berada di posisi sulit. Mereka harus menjelaskan kepada masyarakat mengapa program desa terbengkalai, padahal anggaran desa justru “dikorbankan” untuk kepentingan koperasi pusat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

30 Agustus 2025 - 19:38 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta
Trending di Kolom
error: