Menu

Mode Gelap
The Rise of Private Plane Flights: A Brand new Era In Air Travel Buying Gold Online within The USA: A Comprehensive Guide Mengolah Data Paito SGP untuk Menemukan Pola yang Lebih Konsisten Natural Hormone Replacement Therapy Understanding Gold Belief IRAs: A Complete Information to Investing In Treasured Metals Rolling Over Your 401(k) To Treasured Metals: A Complete Information

Daerah

KOPRI PC PMII DIY: “Perempuan Bergerak, Demokrasi Harus Diselamatkan”

badge-check


					Ketua KOPRI PC PMII DIY, Safira Adha Fadlina. (Foto: Istimewa) Perbesar

Ketua KOPRI PC PMII DIY, Safira Adha Fadlina. (Foto: Istimewa)

SUARARAKYATINDO.COM – Yogyakarta, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Cabang PMII Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan bahwa demokrasi Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat. Situasi politik, sosial-ekonomi, hingga keadilan gender dinilai semakin rapuh, sementara rakyat justru menghadapi beban hidup yang semakin berat.

Di Yogyakarta sendiri, problematika demokrasi dan sosial-ekonomi semakin terasa. Harga kebutuhan pokok melonjak, akses lapangan kerja semakin sempit, dan ruang aspirasi publik kian menyempit.

Sementara di tingkat nasional, pemerintah dan parlemen dianggap lebih berpihak pada kepentingan elit daripada kepentingan rakyat banyak. Praktik korupsi, lemahnya penegakan hukum, serta kebijakan yang tidak pro-rakyat memperlihatkan gejala kemunduran demokrasi.

Ketua KOPRI PC PMII DIY, Safira Adha Fadlina, S.Sos., menegaskan bahwa perempuan tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelengkap dalam perjuangan, tetapi harus hadir sebagai kekuatan utama dalam menjaga demokrasi.

“Krisis demokrasi tidak boleh dibayar dengan keselamatan rakyat, terlebih perempuan. Perempuan adalah garda depan yang memperkuat barisan rakyat menghadapi krisis kebangsaan hari ini,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, KOPRI PC PMII DIY mengusung sepuluh poin penting sebagai langkah penyelamatan demokrasi, antara lain:
1. Komitmen aksi damai berbasis kepentingan rakyat.
2. Mendesak DPR membuka ruang dialog substantif dan menghentikan politik formalitas.
3. Reformasi partai politik dan pengawasan eksekutif.
4. Rencana reformasi perpajakan yang lebih adil.
5. Penegakan UU Pengamanan Aset Kontur dan pemberantasan korupsi.
6. Revisi regulasi kepolisian demi transparansi dan akuntabilitas.
7. Penghentian proyek sipil oleh TNI.
8. Revisi UU Komnas HAM agar lebih independen.
9. Reformasi ekonomi dan ketenagakerjaan berbasis keadilan sosial.
10. Kolaborasi gerakan masyarakat untuk menjaga netralitas pemilu.

Safira menambahkan bahwa gerakan perempuan tidak hanya sebatas mengisi ruang formal, melainkan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, jika demokrasi dibiarkan terus melemah, maka rakyat khususnya perempuan akan menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Dengan sikap ini, KOPRI PC PMII DIY berharap Yogyakarta tetap menjadi barometer gerakan mahasiswa yang kritis dan progresif, sekaligus memberi teladan bagi daerah lain untuk memperjuangkan demokrasi yang lebih substantif dan berpihak pada rakyat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: