SUARARAKYATINDO.COM, KRAKSAAN – Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kraksaan, Dwi Adi Hartoko, memberikan klarifikasi terkait aksi sejumlah orang yang mendatangi rumah Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kraksaan, Abdur Rahman. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak pernah diperintahkan maupun disetujui oleh jajaran resmi organisasi.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 18 April 2026 sekitar pukul 17.00 WIB di kediaman Ketua PC GP Ansor Kraksaan di Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Aksi tersebut menjadi sorotan publik setelah muncul kabar yang menyebut adanya keterlibatan ratusan kader Banser.
Dwi Adi Hartoko membantah tegas informasi tersebut. Ia menyatakan, sebagai komandan Banser di tingkat cabang, dirinya tidak pernah mengeluarkan instruksi apa pun kepada anggota untuk melakukan aksi mendatangi rumah pimpinan GP Ansor tersebut.
Menurutnya, tindakan yang terjadi murni merupakan inisiatif pribadi dan tidak berada dalam garis komando organisasi. Ia menilai aksi tersebut tidak mencerminkan sikap dan nilai yang selama ini dijunjung tinggi oleh Banser maupun GP Ansor.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader wajib mematuhi struktur kepemimpinan serta mekanisme organisasi. Tindakan di luar komando resmi, lanjutnya, berpotensi merugikan dan mencoreng nama baik organisasi yang selama ini dikenal menjunjung kedisiplinan dan ketertiban.
Sebagai tindak lanjut, Satkorcab Banser Kraksaan akan melakukan penelusuran internal guna memastikan fakta di lapangan. Jika ditemukan adanya anggota yang terlibat tanpa melalui prosedur resmi, organisasi tidak akan ragu menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat serta menegaskan bahwa setiap tindakan yang mengatasnamakan Banser maupun GP Ansor harus sesuai dengan komando dan ketentuan organisasi.













