SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 di Kabupaten Probolinggo berlangsung sederhana namun sarat makna. Momentum ini mempertemukan serikat pekerja, pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kalangan pengusaha dalam suasana kebersamaan di Alun-alun Kraksaan.
Kegiatan diawali dengan senam bersama di depan Rumah Dinas Bupati Probolinggo, kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran dan serap aspirasi di Paseban Alun-alun Kraksaan.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menegaskan bahwa keberadaan serikat buruh harus dipandang sebagai mitra strategis pemerintah, bukan ancaman.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menitipkan nasib dan perjuangan para buruh kepada teman-teman serikat semuanya. Saya berharap keberadaan serikat buruh ini bukanlah sesuatu yang ditakuti, tetapi menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus memperhatikan kesejahteraan pekerja dengan cara yang baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh pihak memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Kita berkumpul di sini karena tidak ada satu pun yang ingin melihat nasib para buruh tidak baik-baik saja. Semuanya ingin pekerja di Kabupaten Probolinggo lebih baik dan lebih sejahtera nasibnya,” tambahnya.
Terkait kebijakan ketenagakerjaan, ia menyatakan dukungan terhadap prioritas tenaga kerja lokal.
“Kalau pabriknya berdiri di sini, yang bekerja juga harus orang sini. Saya sangat setuju. Aspirasi dari teman-teman serikat, serapan tenaga kerja lokal sampai 80 persen, tidak masalah,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga terus mendorong masuknya investasi demi membuka lapangan kerja baru.
“Kami sedang menuju daerah industri yang sedang berkembang. Oleh karena itu, semua pihak harus menjaga situasi tetap nyaman agar investor nyaman datang ke Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) Kabupaten Probolinggo, Babul Arifandhie, menilai kondisi buruh dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Saat ini ada pansus raperda ketenagakerjaan dan serap aspirasi yang diinisiasi DPRD Kabupaten Probolinggo, lalu kemarin ada apel sabuk kamtibmas di Polres Probolinggo dan hari ini semua elemen memperingati May Day di Alun-alun Kraksaan,” tuturnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mendorong perbaikan melalui delapan tuntutan utama, mulai dari kewajiban perekrutan tenaga kerja lokal hingga pelarangan penahanan dokumen pribadi pekerja oleh perusahaan.
Ia berharap tuntutan tersebut dapat diakomodasi demi kesejahteraan buruh ke depan.
“Harapan kami, tuntutan kami dapat dipenuhi. Semoga api sinergi dan kolaborasi terus menyala agar buruh di Kabupaten Probolinggo lebih sejahtera, investasi terus tumbuh dan kondusifitas wilayah terjaga,” pungkasnya.













