Menu

Mode Gelap
Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan The Rise of Sugar Daddy Websites in South Africa: A new Age Of Relationships Understanding Private Jet Charter Prices: A Complete Information

Nasional

3 Tahun Periode Jokowi – Ma’ruf, BBM Naik Menjadi Sorotan

badge-check


					Presiden Jokowi - Ma'ruf Amin yang sekarang sudah 3 Tahun Menjabat. (Foto; Istimewa) Perbesar

Presiden Jokowi - Ma'ruf Amin yang sekarang sudah 3 Tahun Menjabat. (Foto; Istimewa)

SUARARAKYATINDO.COM- Tepat Pada Hari Kamis Tanggal 20/10/2022 kepemerintahan Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin sudah 3 tahun. Detik-detik di pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin banyak yang mengkritisi.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin memasuki usia tiga tahun pada Kamis (20/10/2022). Sejumlah kinerja menjadi sorotan termasuk kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Terbaru, Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan penyesuaian harga BBM subsidi pada Sabtu (3/9/2022). Keputusan untuk menaikkan harga BBM adalah pilihan terakhir pemerintah, di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Harga BBM bersubsidi Pertalite dinaikan dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Kemudian untuk Solar bersubsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter dan Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter liter menjadi Rp14.500 per liter.

Hal itu menandakan bahwa pemerintah hari ini sudah mewarisi kepada masyarakat Indonesia harga BBM naik. Sebab, harga BBM naik di sela-sela 3 tahun kepemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa dalam tiga tahun berjalannya pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Indonesia berhasil bertahan terhadap berbagai ancaman krisis, salah satunya krisis ekonomi. Indonesia bukan “pasien” IMF.

Ma’ruf melanjutkan bahwa akibat pandemi Covid-19 dan situasi geopolitik menyebabkan pertumbuhan ekonomi secara global ikut terganggu, sehingga banyak negara yang sudah mengantre untuk menjadi pasien International Monetary Fund (IMF).

“Seperti yang kita tahu bahwa sekarang banyak negara menjadi pasien IMF, kalau tidak salah ada 28 negara [juga mengantre], tetapi kita tidak. Itu salah satu prestasi besar,” ujarnya usai agenda Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE)-BSD, Tangerang, Kamis (20/10/2022).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: