SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo, A Timbul Prihanjoko melakukan peninjauan dalam pembangunan pengarah arus Daerah Irigasi (DI) Patemon Kulon da DI Segadi di Desa Patemon Kulon Kecamatan Pakuniran, Kamis (4/5/2023) siang.
Tak hanya itu, Wabup Timbul memantau kondisi tebing sungai Panca glagas sepanjang 60 meter yang akan diamankan dengan pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) menggunakan 1100 bronjong kawat. Hal ini dilakukan untuk mengamankan areal pemukiman dan jalan desa.
Wabup Timbul mengatakan pembangunan pengarah arus ini dilakukan karena pasca terjadinya banjir bandang beberapa waktu yang lalu, sehingga banyak sawah masyarakat tidak terairi disebabkan saluran air rusak.
“Luas lahan yang tidak terairi air ini 100 hektar lebih. Kasihan kalau dibiarkan terlalu lama. Akhirnya saya perintahkan DPUPR untuk segera menormalisasi aliran sungai. Alhamdulillah tadi pagi Kadis PUPR laporan kalau barangnya sudah datang,” ucap Wabup Timbul.
Menurutnya, pembangunan pengarah arus ini agar petani bisa mengolah sawahnya. Namun, setelah mendatangi lokasi, ternyata bukan hanya urusan sawah saja yang bermasalah, melainkan juga sumur warga terutama yang ada di Desa Pakuniran banyak yang sudah mulai mengering.
“Oleh karenanya, insyaallah pengarah arus ini akan selesai 2 hingga 3 minggu ke depan, Kepala Desa dan masyarakat yang gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah kabupaten dengan Pemerintah Desa Patemon Kulon ini bisa menjadi contoh yang baik,” katanya.
Sementara untuk pemasangan bronjong kawat, Timbul menjelaskan, sebagai penahan tebing-tebing karena banjir supaya tidak melebar serta untuk melindungi masyarakat. Mengingat, kata dia, di lokasi tersebut kerap terjadi banjir bandang.
“Apabila nantinya ada banjir besar, tetapi semoga tidak terjadi lagi bisa menahan sehingga dampaknya tidak terlalu meluas. Dampaknya aliran sungai yang seharusnya mengairi sawah karena banjir akhirnya rusak,” ungkapnya.
Moh. Muhri, salah satu warga Kecamatan Pakuniran, mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kecamatan serta Pemerintah Desa Patemon Kulon yang cepat tanggap merespon keluhan masyarakat.
“Sejak adanya banjir bandang beberapa bulan lalu, membuat warga yang mempunyai sawah kebingungan. Terimakasih atas respon cepatnya kepada seluruh instansi yang terlibat mengawal dan mengecek langsung ke lokasi,” tutur Moh. Muhri.













