Menu

Mode Gelap
Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan The Rise of Sugar Daddy Websites in South Africa: A new Age Of Relationships Understanding Private Jet Charter Prices: A Complete Information Discover Mostbet AZ: Opening an Account, Login, Bonus for Mobile Application, and Casino with Substantial Deposits, Payment Solutions, and Protected Full-Site Support

Daerah

Ada Dugaan Kecurangan Pemilu, Ratusan Tokoh Masyarakat Yogyakarta Geruduk KPU DIY

badge-check


					Ratusan tokoh masyarakat Yogyakarta demo KPU DIY terkait ada dugaan kecurangan pada pemilu yang masif terjadi. (Foto: Ist) Perbesar

Ratusan tokoh masyarakat Yogyakarta demo KPU DIY terkait ada dugaan kecurangan pada pemilu yang masif terjadi. (Foto: Ist)

SUARARAKYATINDO.COM – Yogyakarta, Ratusan tokoh masyarakat Yogyakarta yang tergabung dalam wadah Gerakan Peduli Bangsa seruduk gedung KPU DIY pada Rabu, 28 Februari 2024. Pasalnya, mereka turut prihatin dengan kondisi bangsa dan negara, khususnya terkait Pemilu 2024.

Gerakan Peduli Bangsa merupakan gerakan moral yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, sivitas akademika (dosen dan mahasiswa), budayawan, aktivis sosial, tokoh perempuan hingga emak-emak.

Dalam aksi damai di halaman KPU DIY Jalan Tut Harsono Umbulharjo Yogyakarta ini, Gerakan Peduli Bangsa menyuarakan aspirasi tentang dugaan kecurangan yang begitu masif terjadi merata di seluruh daerah.

Sekitar 30 perwakilan masuk untuk audiensi dengan KPU, sedangkan peserta lain tetap berada di luar sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Beberapa di antara peserta aksi melakukan orasi dan testimoni tentang pelaksanaan Pemilu 2024. Salah satunya terkait dengan Sistem Rekapitulasi Suara Pemilu (Sirekap) KPU.

Salah satu peserta aksi damai itu menilai KPU melakukan dugaan kebohongan publik yang mana quick count dan real count tak sesuai dengan sebenarnya. Hal tersebut dinilai bukan kesalahan input tapi hal yang sudah direncanakan.

Dia pun mengaku menjadi korban atas dugaan kecurangan yang masif itu. “Saya ini caleg DPR RI, hari kedua pasca coblosan saya dapat 9.000 suara. Lama-lama bukannya suara bertambah tapi malah turun. Kini hanya dapat 3.000-an suara,” ungkapnya.

Peserta aksi lainnya, Mariana Ulfah mengatakan, kedatangannya ke KPU DIY ini berangkat dari banyaknya dugaan kecurangan yang merata terjadi di seluruh Indonesia. Tentu peran media massa dan media sosial sangat penting dalam mengungkapkan kejanggalan selama pelaksanaan Pemilu 2024.

“Tiap orang bisa upload kejanggalan ke media sosial dari masing-masing TPS. Itu terus menerus terjadi dan jawaban KPU selalu bilang minta maaf,” tegasnya.

Sementara Dosen Komunikasi UAD Yogyakarta sekaligus praktisi komunikasi ini menyatakan, dalam audiensi di KPU tadi, juga menanyakan terkait server KPU.

“Server KPU berada di luar negeri, itu disampaikan oleh ahli IT yang tentu bisa dipercaya pernyataannya. Tapi selama ini KPU diam soal itu. Kami datang ke sini tanya itu pun juga tidak bisa menjawab,” ujar Mariana.

“Ohya, saya juga nyaleg. Awalnya dapat 6.000-an suara, lalu turun menjadi 900 suara,” imbuhnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

17 April 2026 - 12:28 WIB

Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan

17 April 2026 - 12:23 WIB

Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan

DLH Kota Probolinggo Awasi Pemulihan Tumpahan Oli di Saluran Menuju DAM Amsterdam

16 April 2026 - 18:32 WIB

DLH Kota Probolinggo Awasi Pemulihan Tumpahan Oli di Saluran Menuju DAM Amsterdam

Bapemperda DPRD Kabupaten Probolinggo Perkuat Kualitas Raperda Berbasis Aspirasi Publik

16 April 2026 - 18:24 WIB

Bapemperda DPRD Kabupaten Probolinggo Perkuat Kualitas Raperda Berbasis Aspirasi Publik

Skandal Beras ‘Disunat’ di Probolinggo! SPHP 5 Kg Disulap Jadi 4,9 Kg, Konsumen Jadi Korban

16 April 2026 - 18:17 WIB

Skandal Beras ‘Disunat’ di Probolinggo! SPHP 5 Kg Disulap Jadi 4,9 Kg, Konsumen Jadi Korban
Trending di Daerah
error: