Daerah  

Adik Mariatul Butuh Uluran Tangan Kita, Siswa SMP Di Probolinggo Terkena Kangker Ganas Di Lututnya

Adik Mariatul Butuh Uluran Tangan Kita, Siswa SMP Di Probolinggo Terkena Kangker Ganas Di Lututnya
Mariatul butuh uluran tangan kita. (Foto: ilustrasi)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Seorang pelajar atas nama Mariatul Kibtiyah yang berasal Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo ini tidak bisa mengikuti sekolah lagi disebabkan menderita penyakit kanker tulang di lutut.

Diketahui, Mariatul Kibtiyah ini seorang pelajar yang duduk sebagai Siswa SMP kelas VII adalah seorang anak juru parkir di Kabupaten Probolinggo.

Pasalnya, putri dari kedua pasangan suami istri tersebut, Mariatul Kibtiyah harus berjuang hidup untuk melawan penyakit yang dideritanya sudah cukup lama, saat masih duduk di bangku kelas VI.

Sehingga pada saat itu juga, anak dari juru parkir tersebut langsung dibawa ke rumah sakit sebagai pemeriksaan. Akan tetapi, dari pihak rumah sakit saat memeriksa putri kedua dari suami istri tersebut sedang menderita penyakit kanker tulang di lututnya.

Baca Juga:  Ribuan Warga Desa Jatiurip Probolinggo Meriahkan Pawai Budaya Peringati HUT ke-78 RI

Pada akhirnya, Pihak keluarga pun berusaha untuk menyembuhkan penyakit kanker tulang baik ke sejumlah dokter dan rumah sakit.

Sehingga pihak keluarganya langsung membawa Mariatul Kibtiyah untuk melakukan kemoterapi di RSUD dr Soetomo Surabaya. Namun, upaya pengobatan tersebut masih belum menemukan hasil yang jelas.

Mariatul Kibtiyah kini sedang kesulitan untuk berjalan, lantaran penyakit kanker yang muncul benjolan di bawah lutut kaki kirinya semakin membesar dan membengkak. Sehingga sementara waktu dirinya harus mengenyam pendidikan.

Baca Juga:  Zia Ulhaq: Tidak Ada Urgensi Dalam Pembelian Mobil SUV. Seharusnya Mereka Lebih Melihat Kondisi Masyarakat

Meski demikian, keluarganya pun tak menyerah untuk memperjuangkan kesembuhan terhadap putrinya tersebut.

Saat ini saja, Mariatul Kibtiyah kontrol ke rumah sakit Sutomo dua kali dalam seminggu dengan fasilitas BPJS Kesehatan. Namun, untuk biaya pengobatannya tiap kontrol senilai 500 ribu.

Sedangkan ayah dari Mariatul Kibtiyah hanyalah berprofesi juru parkir tiap harinya.

Oleh sebab itu, dari pihak keluarga saat ini sangat membutuhkan uluran tangan untuk meringankan bebannya terutama untuk kemoterapi di Surabaya.(*)

Tinggalkan Balasan