SUARARAKYATINDO.COM, PROBOLINGGO – Banjir yang kembali merendam sejumlah titik di Kabupaten Probolinggo mendorong seruan kolaborasi dari berbagai elemen. Gerakan Pemuda Ansor melalui Pimpinan Cabang (PC) Kraksaan menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama.
Ketua PC Ansor Kraksaan, Abd. Rahman, menyampaikan bahwa bencana alam merupakan persoalan kolektif. Karena itu, menurutnya, setiap unsur masyarakat memiliki tanggung jawab sesuai kapasitas masing-masing.
Ia menilai peristiwa banjir yang terjadi berulang kali harus menjadi bahan evaluasi bersama, sekaligus momentum memperkuat kepedulian sosial. Pemerintah, kata dia, memang memiliki kewenangan dalam merumuskan kebijakan, perencanaan, serta pelaksanaan teknis di lapangan. Namun, masyarakat juga dituntut berperan aktif menjaga lingkungan sekitar.
Rahman menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk mencegah risiko bencana. Upaya penanganan, lanjutnya, tidak cukup berhenti pada respons darurat ketika musim hujan datang, tetapi harus dibarengi langkah pencegahan jangka panjang. Salah satunya dengan memastikan saluran air bersih dari sampah dan menghindari aktivitas yang merusak ekosistem.
Sebagai bentuk komitmen, PC Ansor Kraksaan menggerakkan kadernya untuk turun langsung membantu warga terdampak. Mereka diminta bersinergi dengan pemerintah daerah dan relawan dalam proses evakuasi, penyaluran bantuan, hingga kerja bakti membersihkan lingkungan setelah banjir surut.
Rahman memastikan pihaknya siap terlibat dalam pengawalan penanganan banjir secara berkelanjutan. Ia berharap ada pembenahan tata kelola dari pemerintah yang diimbangi partisipasi aktif masyarakat, sehingga penanganan bencana tidak bertumpu pada satu pihak saja.






