Kolom  

Bedah Buku ‘Mata Air Indonesia Maju; Sebuah Bunga Rampai Gagasan Kepada Cak Imin’ Di Hadiri Rocky Gerung

Bedah Buku 'Mata Air Indonesia Maju; Sebuah Bunga Rampai Gagasan Kepada Cak Imin' Di Hadiri Rocky Gerung
Bedah Buku Yang kedua yang diadakan di Yogyakarta. Foto; Kumparan

SUARARAKYATINDO.COM – Buku ‘Mata Air Indonesia Maju; Sebuah Bunga Rampai Gagasan Kepada Cak Imin’ merupakan anugrah untuk generasi bangsa yang menjadi pemimpin dikemudian hari. Hal itu perlu di baca oleh segenap pemuda, penerus bangsa, atupun kalangan anak muda yang sadar akan hak asasi manusia dan keberagaman.

Dalam buku itu ada 8 subtema yang terdiri dari; Ekonomi inklusif- Demokrasi ekonomi, SDM dan Jaminan Sosial untuk semua, Hak asasi manusia, tantangan dunia digital, Kebhinekaan dan kemajuan, Generasi Muda, Pendalaman Demokrasi, Ekonomi Hijau, dan hingga partai politik untuk agenda Indonesia masa depan.

Penulis dalam buku itu Sebanyak 62 penulis dengan latar belakang aktivis, akademisi, peneliti, dan praktisi gerakan sosial mengirimkan gagasannya tentang Indonesia kepada salah satu calon presiden (capres) yang saat ini masih menjabat menjadi Wakil Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, yakni Muhaimin Iskandar atau akrab disebut sebagai Cak Imin.

Titipan gagasan Indonesia masa depan pada Capres Cak Imin yang dihimpun dalam sebuah buku setebal 541 halaman berjudul “Mata Air Indonesia Maju; Sebuah Bunga Rampai Gagasan kepada Cak Imin” ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, dengan Cak Imin menulis langsung di kata pengantar.

buku ‘Mata Air Indonesia Maju; itu di bedah Pada hari Minggu tanggal 26/6/2022, buku tersebut dikupas di Alembana Coffee & Community, Yogyakarta, dengan menghadirkan pembicara filsuf u Gerung, Pakar Komunikasi Politik dan Dosen Universitas Paramadina, Hendri Budi Satrio, Sastrawan dan Pengasuh Ponpes Kreatif Baitul Kilmah, Aguk Irawan dan Aktivis Perempuan, Himas Nur.

Ketua Panitia Penyelenggara bedah buku ‘Mata Air Indonesia Maju; Sebuah Bunga Rampai Gagasan kepada Cak Imin’ Haji Danuri mengatakan kepada wartawan bahwa bedah buku di Yogyakarta adalah bedah buku kedua setelah pertama diselenggarakan di Medan pada hari Minggu pada 19/6/2022 lalu.

“Dan ini adalah rangkaian panjang dari bedah buku yang direncanakan akan diadakan di 100 kota di Indonesia. Ini langkah serius seorang Calon Presiden Cak Imin untuk mengeksplore seluas-luasnya gagasan di masyarakat, mengorganisir, sehingga bisa dikristalkan dalam kampanye dan program kerja,” katanya, Sabtu 25/6/2022 di Yogyakarta.

Keseriusan Cak Imin dalam menyerap gagasan dari masyarakat juga ditunjukkan dengan kehadiran filsuf Rocky Gerung sebagai pengupas utama buku yang selama ini selalu jadi oposisi pemerintahan Jokowi di mana Partai Kebangkitan Bangsa PKB yang dipimpin Cak Imin ikut dalam koalisi di dalamnya.

“Rocky Gerung bukan pendukung Cak Imin, tapi jadi pengupas buku utama karena memang Cak Imin mau mendengar dari semua pihak termasuk oposisi. Dan Bang Rocky di Medan bilang bahwa buku Mata Air Indonesia ini penting tak hanya bagi Capres Cak Imin tapi juga untuk capres yang lain. Anies, Ganjar, Andika, Mbak Puan, juga perlu membacanya biar seimbang sama Cak Imin,” papar Haji Danuri.

Cak Imin mengatakan Indonesia masa depan harus dipandu dengan ide-ide besar masa depan. Dan Cak Imin menemukan ide-ide besar masa depan justru pada tiga ide sederhana.

Pertama, manusia pada dasarnya baik dan akan berbuat kebaikan, tanpa berharap imbalan atau hadiah. Ini sejalan dengan nilai Indonesia yaitu gotong royong dan keadilan sosial. Ini juga sejalan dengan gagasan Hak Asasi Manusia.

“Implikasinya Indonesia masa depan harus mengelola sumber daya air, tanah dan agraria, sumber daya hutan, dan taman nasional secara bersama dan bukan hanya dikuasai oleh korporasi,” kata Cak Imin.

Kedua, manusia menurut Cak Imin, tidak terpisah dari alam dan buminya. Artinya, pusat semesta bukanlah manusia tetapi lingkungan hidup dan bumi. Dunia saat ini, menurut Cak Imin, telah mengakui bahwa ada yang salah dalam ekonomi yang merusak bumi dan kenaikan suhu bumi akibat musnahnya hutan dan emisi karbon.

Ide sederhana yang menjadi basis ide besar masa depan Indonesia ada pada kemanusiaan dan kesetaraan martabat warga.

Cak Imin menemukan ide ketika ini dari warisan pemikiran Gus Dur bahwa kemanusiaan dan martabat manusia adalah utama dan tertinggi dalam nation building, juga dalam bermasyarakat dan bernegara. Sehingga, segala bentuk diskriminasi harus dihapuskan.

“Ketika Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI keempat, beliau telah melaksanakan (penghapusan diskriminasi) dengan sekuat-kuatnya,” tulis Cak Imin.

Buku, menurut Haji Danuri, terdiri dari gagasan para pakar sehingga perlu dibedah di tengah masyarakat langsung sehingga buku tidak jadi barang elitis yang hanya tersedia di rak toko buku. Gagasan para pakar tentang apa saja pekerjaan rumah seorang Calon Presiden Cak Imin mesti dikonfirmasi kepada masyarakat luas secara langsung.

“Waktu (Pilpres) masih dua tahun kurang sedikit. Berbeda dengan calon lain yang hanya memperhatikan posisi urutan dalam perhitungan elektabilitas, Cak Imin lebih berkonsentrasi mengorganisir gagasan dan pemikiran untuk masa depan Indonesia,” jelas Haji Danuri.

Karena menurut Danuri, hanya dengan gagasan dan pemikiran tepatlah Bangsa Indonesia bisa menghadapi persoalan-persoalan yang dihadapi dan mencapai tujuan hakiki yaitu Kesejahteraan Rakyat berasaskan Keadilan Sosial. “Jangan hanya pansos, pencitraan di Medsos,” tandas Haji Danuri.

Terakhir, dalam kata pengantarnya, Capres Cak Imin mengungkapkan rasa syukur dan bahagia bahwa 62 penulis telah bersedia menyampaikan ide dan usulan. Mereka adalah cerdik pandai dari beragam profesi dan multidisiplin dari seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Cak Imin, semua tulisan di buku “Mata Air Indonesia Maju; Sebuah Bunga rampai Gagasan kepada Capres Cak Imin,” mengandung pendekatan baru dalam melihat Indonesia.

“Saya menerima titipan ide dan usulan dalam buku sebagai undangan dan tantangan. Undangan untuk berpikir dan bekerja. Tantangan untuk membuat terobosan dan lompatan agar Indonesia segera menjadi negara maju dalam semua dimensinya,” pungkas Cak Imin.

Bedah buku ‘Mata Air Indonesia Maju; Sebuah Bunga Rampai Gagasan kepada Cak Imin’ akhirnya selesai, dan di lanjut bedah buku ini di daerah-daerah seluruh Indonesia.

“Setelah Yogya, kita akan bedah buku ini di Jakarta, Bandung, Surabaya, Palangkaraya, Makasar, sampai Papua. Jadwal sedang disusun oleh tim”, pungkas Haji Danuri.

Tinggalkan Balasan