PROBOLINGGO,– Pemerintah Kecamatan Krejengan menggelar kegiatan diseminasi bagi seluruh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kecamatan Krejengan pada Rabu (16/4/2025) di Base Camp Ridho Resort.
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas dan konsolidasi untuk mendukung pengelolaan dana ketahanan pangan desa yang pada tahun ini mencapai Rp2,8 miliar.
Camat Krejengan, Bambang Heriwahjudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola keuangan BUMDes.
Hal ini penting mengingat 20 persen dari Dana Desa yakni sebesar Rp2,8 miliar dari total Rp14 miliar untuk Krejengan diamanatkan untuk program ketahanan pangan dan dikelola langsung oleh BUMDes.
Secara keseluruhan, Kabupaten Probolinggo mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp327,7 miliar kepada 325 desa di tahun 2025.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp65,5 miliar difokuskan untuk program ketahanan pangan dan dikelola melalui BUMDes di masing-masing desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Yudi, menegaskan bahwa pengelolaan dana tersebut tidak boleh sekadar administratif, melainkan harus menghasilkan keuntungan nyata bagi desa.
Ia menekankan pentingnya analisis bisnis yang matang dan menyarankan agar pengelola BUMDes belajar dari praktik terbaik, seperti yang dilakukan BUMDes Binor, Kecamatan Paiton, yang sukses mencatat laba bersih Rp400 juta sepanjang 2024.
“Yang harus dicontoh bukan hanya jenis usahanya, tetapi manajemen keuangannya yang rapi dan tertib,” ujar Yudi.
Diseminasi ini juga menghadirkan narasumber dari Bulog Wilayah Probolinggo, DPMD, dan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo.
Dalam kesempatan itu, Bulog membuka peluang kemitraan melalui program Rumah Pangan Kita yang memungkinkan distribusi bahan pangan melalui BUMDes.
Yudi juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat atas penyertaan modal ke BUMDes dan menegaskan perlunya data konkret terkait penggunaan dana 20 persen Dana Desa di seluruh desa di Probolinggo.
Dinas Pertanian turut menyatakan dukungan teknis, khususnya untuk usaha di sektor pertanian, peternakan, dan distribusi pangan.
dYudi berharap, dengan dukungan dana yang besar dan potensi kerja sama yang luas, BUMDes di Krejengan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa.
“Jika dikelola dengan baik dan menghasilkan keuntungan, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan PAD dan program-program sosial,” pungkasnya.














