SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Sosok Mohammad Badrul Kamal kini tengah menjadi perhatian di kalangan pemuda Kabupaten Probolinggo. Pria yang akrab disapa Kamal ini resmi dipercaya menahkodai Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, sayap kepemudaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Kamal bukanlah figur baru di dunia gerakan pemuda. Jejak langkahnya sudah terlihat sejak masa kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tempat ia menempuh pendidikan Sarjana Hukum.
Di bangku mahasiswa, ia aktif di berbagai organisasi, mulai dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menjadi pimpinan Front Aksi Mahasiswa Jogja (FAM-J), hingga berkontribusi dalam Kumpulan Mahasiswa Pelajar Probolinggo Yogyakarta.
Pada awal 2017, Kamal memutuskan kembali ke kampung halamannya di Desa Brabe, Kabupaten Probolinggo. Semangatnya untuk mengabdi tidak surut. Justru, dari desa ia memulai sebuah langkah besar dengan mendirikan Goeboek Pustaka Lacor Family pada November 2017.
Komunitas literasi tersebut berhasil menggerakkan ratusan anak-anak, pemuda, hingga masyarakat yang memiliki minat membaca dan menulis. Goeboek Pustaka menjadi ruang belajar, diskusi, sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat desa melalui literasi.
Tidak berhenti di sana, pada 2023 Kamal juga aktif di jajaran kepengurusan GP Ansor Cabang Kota Kraksaan. Kiprah ini menegaskan konsistensinya dalam bidang kepemudaan dan keagamaan, sekaligus memperluas jangkauan kontribusinya di tengah masyarakat.
Pengalaman panjang di dunia aktivisme dan pemberdayaan menjadikan Kamal figur yang dipercaya untuk menahkodai Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo.
Di tangan Kamal, organisasi ini diharapkan bisa menjadi ruang kaderisasi pemuda yang progresif, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan zaman.
“Bagi saya, pulang ke desa bukan berarti berhenti berjuang. Justru dari desa, kita bisa membangun banyak hal, termasuk literasi, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Kamal, Rabu (20/8/2025).
Kini, Mohammad Badrul Kamal terus melanjutkan perannya sebagai pemuda penggerak Probolinggo. Dari Yogyakarta hingga kembali ke desa, langkahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani berkarya dan berkontribusi.













