SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Mitratani Dua Tujuh (Mitratani27), sebuah perusahaan agribisnis ternama yang bergerak di sektor hortikultura. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan kontrak kerja sama dilakukan pada Selasa (5/8/2025).
Kerja sama ini mencakup pengelolaan sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Probolinggo yang akan ditanami komoditas unggulan seperti edamame dan okra.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi konkret Garda Bangsa dalam mengoptimalkan potensi pertanian lokal sekaligus memperkuat kedaulatan pangan masyarakat.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan berpihak kepada petani. Dengan menggandeng Mitratani27 yang berpengalaman dalam ekspor edamame dan hortikultura lainnya, kami ingin memastikan setiap lahan tidur bisa diubah menjadi lahan produktif,” ujar Ketua Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, Mohammad Badrul Kamal, usai penandatanganan.
Dalam kemitraan ini, Mitratani27 akan menyediakan pendampingan teknis, bibit unggul, serta jaminan pasar bagi hasil panen.
Selain itu, Garda Bangsa juga akan menggerakkan kelompok tani lokal serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan lahan.
Sementara dari salah satu perwakilan Mitratani27, Helmy menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi dengan Garda Bangsa berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas pangan.
“Kami percaya kemitraan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Sebagai tahap awal, kerja sama ini telah mencakup pemanfaatan lahan seluas kurang lebih 3 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Dringu, Banyuanyar, dan Krucil. Sebagian lahan tersebut telah mulai ditanami, sementara sisanya sedang dalam proses pengolahan.
Ke depan, proyek ini diharapkan tak hanya menjadi model ketahanan pangan berbasis kemitraan, tetapi juga menjadi pilot project pengembangan kawasan pertanian hortikultura terpadu di wilayah Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya.













