Menu

Mode Gelap
Understanding IRA Authorised Gold Bars: A Comprehensive Study The Rise of Sugar Daddy Websites In Houston: A Case Research Protected On-line Gold Purchases: A Comprehensive Examine The 5 Best Gold IRA Companies in your Investment Wants Advancements In Xojets: Revolutionizing Private Air Journey Exploring Vanguard Gold IRA: A Contemporary Method To Treasured Steel Funding

Nasional

DPRD Probolinggo Soroti Sejumlah Isu Strategis dalam PU Fraksi atas Raperda APBD 2026

badge-check


					DPRD Kabupaten Probolinggo saat bersama dengan Ra Fahmi Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo Perbesar

DPRD Kabupaten Probolinggo saat bersama dengan Ra Fahmi Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo

SUARARAKYATINDO.COM, PROBOLINGGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2026, Rabu (19/11/2025).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Muhammad Zubaidi itu dihadiri pimpinan dan anggota dewan, serta jajaran eksekutif termasuk Wakil Bupati Ra Fahmi AHZ dan Sekretaris Daerah Ugas Irwanto.

Dalam forum tersebut, enam fraksi menyampaikan berbagai catatan dan masukan terhadap arah kebijakan anggaran tahun depan.

Fraksi Partai Golkar menilai target PAD sebesar Rp446 miliar—atau meningkat 10,38 persen dari tahun sebelumnya—sebagai capaian positif. Kendati demikian, Golkar mengingatkan pemerintah daerah agar terus memperkuat kemandirian fiskal guna mengurangi ketergantungan pada transfer pusat.

Fraksi PKB menyoroti stagnasi bantuan keuangan partai politik (banpol) yang tidak mengalami kenaikan selama 10 tahun. PKB menilai peningkatan banpol diperlukan untuk menunjang kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat.

Dari Fraksi Gerindra, perhatian diberikan pada besarnya belanja operasi yang mencapai Rp1,78 triliun. Gerindra meminta penjelasan lebih rinci terkait besarnya porsi belanja pegawai yang dinilai dapat mengurangi ruang fiskal bagi sektor-sektor produktif.

Fraksi NasDem menggarisbawahi penurunan penerimaan pembiayaan menjadi Rp72 miliar serta rendahnya estimasi Silpa. Fraksi ini juga mempertanyakan serapan anggaran 2025 yang masih berada di angka 78,69 persen hingga 14 November, dan meminta evaluasi menyeluruh.

Fraksi PDI Perjuangan menekankan pentingnya percepatan digitalisasi pengelolaan pajak dan retribusi daerah untuk menggenjot PAD. Mereka juga mendorong evaluasi serius terhadap kinerja BUMD agar kontribusinya terhadap pendapatan daerah lebih optimal.

Adapun Fraksi PPP menyoroti belanja pegawai yang mencapai 42 persen dari total APBD. Angka ini dinilai melebihi batas ideal 30 persen sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2022. PPP meminta pemerintah daerah memberikan klarifikasi dan menyiapkan langkah pengendalian yang tegas.

Seluruh masukan dari fraksi-fraksi tersebut selanjutnya akan ditanggapi oleh pemerintah daerah dalam agenda lanjutan pembahasan Raperda APBD 2026.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

27 April 2026 - 12:48 WIB

invitation-boxes-with-logo-2 (1)

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

Trending di Nasional
error: