SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Condong, Kabupaten Probolinggo pada 2 Mei 2026 terus menjadi sorotan publik. Insiden yang melibatkan sepeda motor Honda Vario dan sebuah mobil pick up itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, keluarga korban mengaku masih belum mendapatkan kejelasan maupun bentuk tanggung jawab dari pihak sopir pick up yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo.
Ketua Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, Badrul Kamal, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tragis tersebut. Ia menilai kasus itu harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena telah menyebabkan hilangnya dua nyawa.
“Ini bukan persoalan biasa. Dua korban meninggal dunia dan sampai sekarang belum ada kepastian maupun tanggung jawab yang jelas. Kami meminta aparat kepolisian serius menangani kasus ini,” ujar Badrul, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, Garda Bangsa akan terus mengawal proses penanganan perkara tersebut hingga tuntas sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan terhadap keluarga korban.
“Kami akan berada di garda terdepan untuk membantu keluarga korban dan mengawal kasus ini sampai ada kejelasan,” tegasnya.
Peristiwa nahas itu juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Salah satu anggota keluarga korban, Yulie, mengaku sangat terpukul setelah mengetahui anaknya mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Condong sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Waluyojati Kraksaan. Namun nyawa keduanya tidak tertolong.
“Kami sangat sedih dan terpukul dengan kejadian ini,” ungkap Yulie dengan mata berkaca-kaca.
Keluarga korban juga berharap ada itikad baik dan tanggung jawab dari pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Mereka berharap kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum agar keluarga korban memperoleh keadilan.













