Menu

Mode Gelap
Heart Health Program: Discover Ways to Reverse Heart Disease & Problems Naturally Post By @mindbodybydoc · 1 Video Paito Broto4D sebagai Media Visual untuk Membaca Pola Angka Secara Akurat Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Politik

Elektabilitas AHY Rendah, Ini Penjelasan Ahmad Ali

badge-check


					AHY saat membaca buku. (Foto: Ig @agusyudhoyono) Perbesar

AHY saat membaca buku. (Foto: Ig @agusyudhoyono)

SUARARAKYATINDO.COM- Sekiranya kita semua sudah mengetahui jika elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masihlah rendah. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan naiknya AHY menjadi partainya semakin solid untuk kedepannya.

Selain itu, ada pula sentimen karier politik instan karena merupakan putra mahkota Cikeas. Meskipun sudah menjabat Ketua Umum Partai Demokrat, AHY disebut belum mampu keluar dari bayang-bayang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tidak heran kemudian Partai NasDem terlihat begitu resisten jika AHY dipaksakan menjadi pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024. “Pertanyaannya, kalau tidak dengan itu (AHY) apakah mau tetap dukung Anies?,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali pada 24 Januari 2023.

Terkait manuver Demokrat, sekiranya ada satu hal yang menjadi pertanyaan kita semua. Kenapa Partai Demokrat terlihat ngotot mengusung AHY?

Apakah Partai Demokrat tidak sadar peluang AHY kecil jika diusung? Apakah manuver politik Partai Demokrat tidak rasional?

Meraba Rasionalitas Demokrat
Well, sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami apa yang disebut sebagai rasionalitas (rationality). Adam Hayes dalam tulisannya Rational Behavior: Definition and Example in Economics, menjelaskan rasionalitas mengacu pada proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada perumusan pilihan yang dinilai paling bermanfaat pada individu.

Menariknya, meminjam penjelasan Francis Fukuyama dalam buku State-Building: Governance and World Order in the 21st Century, rasionalitas pada tingkat individu berbeda dengan rasionalitas pada tingkat organisasi atau kelompok.

Fukuyama menerangkan, tujuan organisasi sebenarnya tidak pernah hadir secara jelas karena individu dalam organisasi memiliki penafsiran yang berbeda atas peristiwa atau tujuan tersebut. Perbedaan itu terjadi karena tiap individu memiliki penafsiran sendiri soal yang bermanfaat untuk dirinya. Ini yang disebut rasionalitas kelompok berbeda dengan rasionalitas individu.

Nah, sekarang pertanyaannya, pada kasus keheranan banyak pihak karena Partai Demokrat terkesan memaksakan AHY, mungkinkah pihak-pihak yang merasa heran tengah memaksakan rasionalitas individualnya untuk memahami rasionalitas partai mercy sebagai organisasi?

Jawaban itu sangat berpotensi bagi Partai berlambangkan mercy itu sebab, kalau mengusung nama AHY sebagai cawapres 2024 kadernya semakin solid untuk kedepannya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PKB Probolinggo Siapkan Panggung untuk Kader Muda di Muscab 2026

26 Maret 2026 - 13:15 WIB

Muscab PKB Probolinggo Jadi Titik Awal Arah Baru Politik Partai

26 Maret 2026 - 12:07 WIB

Aliansi BEM Probolinggo Raya Desak Reformasi Polri, Ancam Aksi Jilid II

2 Maret 2026 - 13:18 WIB

Aksi BEM Probolinggo Reformasi Polri

Satu-Satunya Akses Desa Terancam: Khofifah Turun Langsung Observasi Jembatan Sumbersecang

23 Februari 2026 - 12:57 WIB

Khofifah Indar Parawansa bersama Gus Haris meninjau Jembatan Sumbersecang Probolinggo yang pondasinya tergerus banjir

Makan Bergizi Gratis (MBG) : Kebijakan Populis yang Mengorbankan Pendidikan?

16 Februari 2026 - 18:41 WIB

Ilustrasi Anggaran Pendidikan dan Program MBG 2026
Trending di Berita
error: