Fenomena Kabut Tebal di Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG - Suararakyatindo

Menu

Mode Gelap
UNUJA Toreh Prestasi Nasional, Perpustakaan Raih Akreditasi Tertinggi dari Perpusnas RI Harga Cabe Rawit Melonjak Tajam, Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram Kejari Probolinggo Musnahkan Ribuan Barang Bukti dari 115 Perkara Pidana The Evolution of Gaming: From Pixels to Immersive Worlds A Comprehensive Study on Games: Evolution, Impact, and Future Trends Hanura Siap Upgrade Kader Legislatif Daerah pada Rakernas dan Bimtek di Bandung Mendatang

Daerah

Fenomena Kabut Tebal di Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG

badge-check


					Fenomena Kabut Tebal di salah satu padukuhan Kulonprogo, Yogyakarta. (Foto: Tribunjogja) Perbesar

Fenomena Kabut Tebal di salah satu padukuhan Kulonprogo, Yogyakarta. (Foto: Tribunjogja)

SUARARAKYATINDO.COM – Yogyakarta, Kabut tebal disertai udara dingin sering terjadi di wilayah Yogyakarta belakangan ini. Setiap pagi kabut tebal didapati di wilayah Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Stasiun Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Warjono mengatakan, kabut tebal yang sering terjadi setiap pagi itu biasa dikenal sebagai kabut pantai.

Fenomena ini biasanya diakibatkan karena adanya transfer kelembaban dari perairan menuju daratan. Ketika pagi hari, suhu permukaan di daratan masih dingin tercatat sekitar 21-22 derajat celcius. Sehingga terjadi proses kondensasi dan terbentuklah kabut di sekitar wilayah pantai.

“Singkatnya, suhu dingin dibarengi kelembapan permukaan yang tinggi sehingga terjadi kondensasi berupa pembentukan butiran air di udara yang mengambang. Kabut itu perlahan akan hilang menjelang siang seiring meningkatnya suhu udara permukaan di wilayah tersebut,” terangnya Warjono, Sabtu (9/9/2023).

Selain itu, Warjono juga menyebut bahwa adanya kabut tebal khususnya di sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo cukup mengganggu aktivitas penerbangan.

“Sehingga harus menunggu sampai cuaca memungkinkan. Kabut sampai di bawah 1.000 tentunya akan menggangu pendaratan. Sedangkan, untuk terbang masih bisa,” Imbuhnya.

Diperkirakan fenomena kabut tebal disertai udara dingin ini akan berlangsung hingga Oktober-November 2023.

Oleh karena itu, Warjono juga mengimbau agar seluruh masyarakat dapat berhati-hati dalam berkendara, karena dengan adanya kabut tebal tentu mengganggu jarak pandang. Kabut tebal itu biasanya terjadi sekitar pukul 07.00 – 08.00 WIB dan perlahan memudar seiring dengan panasnya permukaan. (Wan)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UNUJA Toreh Prestasi Nasional, Perpustakaan Raih Akreditasi Tertinggi dari Perpusnas RI

5 Desember 2025 - 12:20 WIB

UNUJA Toreh Prestasi Nasional, Perpustakaan Raih Akreditasi Tertinggi dari Perpusnas RI

Harga Cabe Rawit Melonjak Tajam, Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram

4 Desember 2025 - 21:17 WIB

Harga Cabe Rawit Melonjak Tajam, Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram

Kejari Probolinggo Musnahkan Ribuan Barang Bukti dari 115 Perkara Pidana

3 Desember 2025 - 21:18 WIB

Kejari Probolinggo Musnahkan Ribuan Barang Bukti dari 115 Perkara Pidana

Hanura Siap Upgrade Kader Legislatif Daerah pada Rakernas dan Bimtek di Bandung Mendatang

2 Desember 2025 - 17:33 WIB

Konferensi PAC JQHNU Tiris Barat Tetapkan Ustad Taufik dan Ustad Muhammad Toha Sebagai Pimpinan Baru

29 November 2025 - 13:35 WIB

Konferensi PAC JQHNU Tiris Barat Tetapkan Ustad Taufik dan Ustad Muhammad Toha Sebagai Pimpinan Baru
Trending di Daerah
error: