Menu

Mode Gelap
Saat Rakyat Mengambil Alih Tugas Negara di Kabupaten Probolinggo Pemkot Probolinggo Gelar GPM di KOPI SIAGA, Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok Investing in Gold Coin IRAs: A Safe Path To Wealth Preservation Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS setup for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Best Gold IRA Companies of 2020 Understanding 401k Rollover Gold: A Secure Investment For Retirement

Berita

Forum Pendongeng Nasional dan Dompet Dhuafa Galang Dukungan untuk Palestina Melalui Dongeng

badge-check


					Forum Pendongeng Nasional dan Dompet Dhuafa dalang dukungan untuk Palestina Melalui Dongeng. (Foto: Suararakyatindo/HO-DOMPET DHUAFAH) Perbesar

Forum Pendongeng Nasional dan Dompet Dhuafa dalang dukungan untuk Palestina Melalui Dongeng. (Foto: Suararakyatindo/HO-DOMPET DHUAFAH)

JAKARTA – Forum Pendongeng Nasional (FPN) berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa dalam gerakan sosial bertajuk Aksi Nasional #FPN4Palestine.

Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang dana kemanusiaan bagi rakyat Palestina, khususnya anak-anak, yang terus hidup di bawah tekanan konflik.

Agenda yang berlangsung pada Rabu (7/5/2025) ini menghadirkan sejumlah pendongeng dan relawan kemanusiaan, seperti Chiki Fawzi, Kak Rona Mentari, Kak Rian Hamzah, Kak Yono, Kak Ojan dan Ata, Kak Agus DS, serta dipandu oleh Taufan Yusuf Nugroho.

Dian Mulyadi, Deputi Direktur Corporate Secretary Dompet Dhuafa, menyampaikan pentingnya peran dongeng sebagai medium untuk menumbuhkan rasa empati dan kesadaran kemanusiaan sejak dini.

“Ini menjadi isu penting terkait kemanusiaan. Tiada henti kabar buruk terus memayungi warga Palestina, khususnya anak-anak. Mereka tidak bisa bebas bermain dan tertawa, hidup dalam tekanan dan ketakutan akibat serangan bom. Dompet Dhuafa, sebagai lembaga yang konsisten menyuarakan aksi kemanusiaan untuk Palestina, mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Luar Negeri untuk mendorong komitmen kolaborasi kemanusiaan,” ungkap Dian.

Sementara itu, Kak Ozan, perwakilan Forum Pendongeng Nasional, menyatakan bahwa FPN bersama ribuan relawan dari puluhan komunitas di seluruh Indonesia bertekad terus menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, terutama bagi anak-anak yang menjadi korban konflik.

“FPN memiliki nilai kemanusiaan dan kebudayaan yang sama dengan Dompet Dhuafa. Ini menjadi pintu untuk memperkuat kolaborasi dalam menyuarakan kepedulian terhadap Palestina,” ujarnya.

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, Kak Nia menambahkan bahwa pada 15 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Tragedi Nakba, akan digelar aksi lanjutan yang melibatkan lebih dari 100 relawan di 100 titik dari Sabang hingga Merauke.

“Mudah-mudahan bisa dinikmati oleh anak-anak di seluruh Indonesia, melibatkan guru dan orang tua untuk menumbuhkan kepedulian terhadap Palestina,” kata Kak Nia.

Di sisi lain, Syamsul Ardiansyah, Manager Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, menyoroti pentingnya mempertahankan identitas budaya Palestina.

“Penghapusan sejarah dan budaya menjadi target utama. Anak-anak sebagai penerus bangsa Palestina adalah ancaman serius bagi Israel,” tegas Syamsul.

Sementara itu, Cici Kurniasih, M.Pd, Direktur Pendidikan Al Syukro Universal, menambahkan bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun generasi yang peduli dan memahami pentingnya solidaritas kemanusiaan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

High-Quality Tofu Boxes for Freshness and Brand Visibility

27 April 2026 - 13:35 WIB

Custom-Printed-Tofu-Boxes-2

Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Probolinggo, Empat Orang Tewas

19 April 2026 - 13:41 WIB

Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Probolinggo, Empat Orang Tewas

Lautan Jamaah Padati Genggong, Gus Alex Tegaskan Keteladanan dan Perjuangan KH Hasan Sepuh

31 Maret 2026 - 12:38 WIB

Lautan Jamaah Padati Genggong, Gus Alex Tegaskan Keteladanan dan Perjuangan KH Hasan Sepuh

Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

20 Maret 2026 - 18:24 WIB

Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Trending di Berita
error: