Menu

Mode Gelap
Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan The Rise of Sugar Daddy Websites in South Africa: A new Age Of Relationships Understanding Private Jet Charter Prices: A Complete Information

Daerah

Gelar Pelatihan Publikasi Ilmiah, Akademisi UNUJA Siap Serbu Jurnal Internasional Bereputasi

badge-check


					Akademisi UNUJA saat mengikuti pelatihan Serba Serbi Jurnal Internasional. (Foto: SRI) Perbesar

Akademisi UNUJA saat mengikuti pelatihan Serba Serbi Jurnal Internasional. (Foto: SRI)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo- Sebagai tindak lanjut kerjasama di bidang publikasi ilmiah bersama dengan IA Scholar Foundation (IAS), Universitas Nurul Jadid (UNUJA) langsung menggelar “Pelatihan Penulisan Jurnal Internasional Bereputasi”. Pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta dari kalangan dosen UNUJA ini berlangsung di Aula Mini Pesantren Nurul Jadid dan disampaikan langsung oleh narasumber yang sangat berpengalaman, yakni Ketua IAS sendiri, Prof. Dr. Irwan Abdullah. Pelatihan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari, mulai dari tanggal 26 s/d 28 Mei 2024.

Di awal paparan, Prof. Irwan, menegaskan pentingnya memiliki persepsi yang sama tentang struktur penulisan artikel jurnal. Beliau menyampaikan “ada 2 hal utama yang harus dipahami dalam rukun iman jurnal Scopus, yakni a) tujuan dan b) poin apa saja yang harus ada pada setiap bagian. Tujuan penelitian jangan menggunakan kata “mengetahui”, karena ini menunjukkan bahwa penelitian kita berasal dari ketidaktahuan. Minimal tujuan penelitian itu bersifat understanding, lebih dari itu mengandung wisdom”, paparnya.

Lebih lanjut beliau berpesan bahwa “untuk menulis, seseorang minimal harus memiliki dua modal, yakni modal data dan modal literatur. Modal data saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan modal literasi yang memadai. Untuk itu, penting sebagai penulis mencari jejaring untuk berkolaborasi dengan penulis lainnya. Jika anda punya data, maka carilah partner yang memiliki modal literasi untuk dapat dikolaborasikan dalam sebuah tulisan”, pungkasnya.

Baik sesi pertama maupun sesi kedua dalam pertemuan pertama ini, beliau memaparkan materi tentang rumus struktur penulisan artikel jurnal internasional bereputasi, mulai dari rumus penulisan judul artikel, keyword, introduction, method, result, discussion, dan conclusion. Rumus ini beliau berikan kepada peserta agar tulisan artikelnya menjadi mudah dan enak dibaca (readable). Di sela-sela paparannya, beliau menegaskan bahwa “menulis di Scopus itu bukan membuat report, Scopus itu pasca research, lebih reflektif, menulis sesuai dengan tema yang diminati jurnal Scopus, bukan sesuai dengan keinginan kita sebagai penulis”, pesannya.

Sesi ini diakhirinya dengan penugasan kepada peserta untuk menyusun draft artikel jurnal sesuai dengan rumus yang telah diberikan dan akan dikoreksi oleh mentor-mentor dari IAS yang telah berpengalaman pada pertemuan berikutnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan

17 April 2026 - 20:39 WIB

Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan

Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

17 April 2026 - 12:28 WIB

Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan

17 April 2026 - 12:23 WIB

Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan

DLH Kota Probolinggo Awasi Pemulihan Tumpahan Oli di Saluran Menuju DAM Amsterdam

16 April 2026 - 18:32 WIB

DLH Kota Probolinggo Awasi Pemulihan Tumpahan Oli di Saluran Menuju DAM Amsterdam

Bapemperda DPRD Kabupaten Probolinggo Perkuat Kualitas Raperda Berbasis Aspirasi Publik

16 April 2026 - 18:24 WIB

Bapemperda DPRD Kabupaten Probolinggo Perkuat Kualitas Raperda Berbasis Aspirasi Publik
Trending di Daerah
error: