SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Pemerintah Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, resmi meluncurkan Jatiurip Farm sebagai ikon desa tematik dalam Program Desa Berdaya Jawa Timur Tahun 2025, Senin (15/12/2025).
Program ini menjadi langkah strategis desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Desa Jatiurip tercatat sebagai satu dari enam desa di Kabupaten Probolinggo yang menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Desa Berdaya 2025. Program tersebut mendorong desa berstatus Desa Mandiri untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif, inovatif dan produktif yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).
Kepala Desa Jatiurip, Moh. Hendrik, menjelaskan bahwa pemilihan peternakan ayam petelur sebagai desa tematik dilandasi potensi ekonomi serta kebutuhan ketahanan pangan masyarakat. Melalui dukungan BKK, pemerintah desa membangun kandang ayam petelur berkapasitas 350 ekor ayam usia 13 minggu.
“Peternakan ini kami rancang untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi sumber pendapatan desa. Ayam petelur diperkirakan mulai produksi pada usia 16 minggu,” ujar Hendrik.
Ia menambahkan, Jatiurip Farm dibangun berdampingan dengan kandang ayam petelur dari Program Ketahanan Pangan Desa yang sebelumnya telah ada dan berisi 560 ekor ayam produktif. Seluruh kawasan peternakan berlokasi di belakang Kantor Desa Jatiurip dan dikelola oleh BUM Desa Anugerah Sejati Urip.
“Pengembangan ini kami harapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa dan contoh pemanfaatan dana program secara produktif serta berkelanjutan,” tegasnya.
Peluncuran Jatiurip Farm turut dihadiri Camat Krejengan Bambang Heriwahjudi, JF PSM Ahli Muda DPMD Kabupaten Probolinggo Sjahrul Huda, Forkopimka Krejengan, serta para pemangku kepentingan desa. Kehadiran lintas sektor tersebut menegaskan dukungan terhadap penguatan ekonomi desa berbasis ketahanan pangan.
Camat Krejengan Bambang Heriwahjudi mengapresiasi langkah inovatif Desa Jatiurip yang memanfaatkan tanah kas desa untuk membangun klaster ketahanan pangan terintegrasi.
“Desa Jatiurip telah memiliki klaster ketahanan pangan yang cukup lengkap dan terpusat di sekitar Kantor Desa. Ini contoh nyata pemanfaatan aset desa untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Klaster tersebut mencakup peternakan ayam petelur, budidaya ikan lele, serta pengembangan sektor pertanian dan perkebunan seperti kelengkeng, alpukat, sayuran, padi dan jagung. Keberagaman komoditas ini dinilai mampu menopang kebutuhan pangan warga sekaligus mendukung kecukupan gizi masyarakat.
Langkah Desa Jatiurip juga dinilai selaras dengan program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis. “Apa yang dilakukan Desa Jatiurip sangat relevan dan layak menjadi contoh bagi desa lain di Kecamatan Krejengan,” tambah Bambang.
Sementara itu, JF PSM Ahli Muda DPMD Kabupaten Probolinggo Sjahrul Huda menekankan pentingnya tertib administrasi pasca pelaksanaan program. Ia meminta agar Pemerintah Desa Jatiurip segera menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan dan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Program Desa Berdaya 2025.
“Laporan harus segera disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur melalui Dinas PMD Provinsi sebagai bentuk akuntabilitas program,” tegasnya.
Melalui Jatiurip Farm, Desa Jatiurip diharapkan semakin meneguhkan posisinya sebagai desa mandiri, inovatif dan produktif, sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten dan desa dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat.






