Daerah  

Harga Bawang Merah Naik Signifikan, Ini Kata Petani Bawang

Harga Bawang Merah Naik Signifikan, Ini Kata Petani Bawang
komoditas bawang merah di pasar bawang Dringu Probolinggo mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan ini. Foto: Suararakyatindo.com

SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, komoditas bawang merah di pasar bawang Dringu Probolinggo mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan ini.

Pasalnya, kenaikan itu disebabkan oleh pergantian cuaca dan pasokan bawang dari petani menipis, sehingga harga bawang naik menjadi 50%.

Taufiq Hidayatullah, salah satu petani bawang merah asal Liprak Kulon, Banyuanyar saat ditemui Wartawan Suararakyatindo.com (3/6/2022) di pasar Bawang Dringu menyampaikan kenaikan harga bawang ini antara kebahagian dan kegelisahan yang mana semua karena ada sebabnya, kebahagiannya bagi petani bawang merah, harga mencapai 50% yang semula Rp 16.000 kini, menjadi Rp 35.000 per kilogramnya.

“Dihari biasa, bawang merah kisaran Rp 16.000-19.000 per kilogramnya. Namun hari ini mengalami kenaikan yang sangat drastis, menjadi harga Rp 35.000 per kilogramnya. Kegelisahannya, petani hari ini untuk mahal pembelian bibit sehingga berdampak pada produktifitas Petani”, ungkap Taufiq.

Kenaikan Harga Bawang Merah ini di sebabkan peralihan musim kemarau yang sebelumnya di prediksi panjang oleh petani, akan tetapi musim hujan datang lebih awal, yang membuat kualitas bawang petani menurun, Kenaikan beberapa pekan ini cukup signifikan.

Senada dengan Umi Tina, salah satu pedagang Bawang merah di Pasar Dringu Probolinggo mengatakan, Bahwa kenaikan harga bawang merah beberapa pekan terahir disebabkan pasokan dari petani yang menipis.

Kenaikan Harga Bawang Probolinggo Naik Drastis. Foto: Suararakyatindo.com
Kenaikan Harga Bawang Probolinggo Naik Drastis. Foto: Suararakyatindo.com

“Hari ini banyak petani gagal panen dikarenakan musim hujan yang terus menerus tak sedikit lahan petani bawang yang kebanjiran, hal itulah yang membuat petani gagal untuk panen”, Ungkapnya.

“Hujan juga menjadi dampak pada petani, bawang yang banyak rusak”, pungkasnya

Tinggalkan Balasan