Daerah  

Haul ke-71 KH Moh. Hasan Genggong! Begini Karomah KH Moh.Hasan Versi Gus Haris

Haul ke-71 KH Moh. Hasan Genggong! Begini Karomah KH Moh.Hasan Versi Gus Haris
Gus Haris Saat Sambutan di acara Haul KH. Moh. Hasan Genggong. (Foto: Suararakyatindo Saat Tangkap Layar)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Ribuan masyarakat Kabupaten Probolinggo berbondong-bondong menghadiri acara Haul KH Moh. Hasan Genggong yang ke- 71.

Acara Haul KH Moh. Hasan Genggong ini bertempat di Masjid Jami’ Al-Barokah Genggong Pesantren Zainul Hasan Genggong pada Sabtu 20/04/2024.

Tak hanya masyarakat Kabupaten Probolinggo yang hadir dalam acara ini, melainkan banyak para ulama yang hadir pada acara haul KH Moh. Hasan Genggong diantaranya Bapak PJ Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Ketua MUI Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah Wakil Ketua PB NU KH Zulfa Mustofa.

Doktor Muhammad Gus dr. Muhammad Haris saat membacakan manakib KH Moh. Hasan Genggong mengatakan Bahwa KH Moh Hasan Genggong mondok di Pesantren Bangkalan Madura.

KH Hasan Genggong santri pertama Syeh Kholil Bangkalan oleh sebab itu ada suatu kisah, Syaikhona Kholil Bangkalan membangun pondok pada saat itu, banyak masyarakat membantu pembangunan pondok itu sedang-kan Syeh Kholil Bangkalan tidak punya lumbung beras sama sekali. Syaikhona Kholil Bangkalan Sudah Bingung.

Dalam kebingungannya itu lalu Syaikhona Kholil memanggil KH Moh. Hasan Genggong “San deenak cung engkok mentah do’a (San, Kesini Cung, Saya Minta Do’a) semoga beras di dapur cukup untuk memberikan makan para pekerja ini,” tuturnya.

Setelah itu, KH Moh Hasan Genggong Langsung Berdo’a Karena di Perintah Oleh Guru. Dan setelah KH Moh. Hasan Berdo’a itu langsung Orang-orang berbondong-bondong datang ke Pondok Pesantren membawa beras.

“Cung, Sudah Cukup, Jagan Berdo’a lagi Karena stok Beras sudah cukup di dapur,” tambahnya.

Gus Haris Juga Bercerita bahwa pada saat perjalanan KH Moh. Hasan Genggong beliau mendapati ada semut angkrang di bajunya. Mendapati itu, Kiai Hasan Sepuh meminta kusir delmannya berhenti. Kiai Hasan Sepuh berpikir sejenak di mana kira-kira semut itu bisa menempel di bajunya.

“KH Moh. Hasan Genggong khawatir anak semut tersebut bingung ibunya, Akhirnya KH Hasan Balik ke tempat untuk mengembalikan semut tersebut pada tempatnya,” katanya.

Tinggalkan Balasan