Menu

Mode Gelap
Jalan Segaran–Tiris Ambles, Kendaraan Besar Tak Bisa Melintas Heboh! Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan, Protes Lambannya Penanganan Banjir di Curahkates Ansor Kraksaan Ajak Semua Pihak Gotong Royong Tangani Banjir Satu-Satunya Akses Desa Terancam: Khofifah Turun Langsung Observasi Jembatan Sumbersecang Wamenperin Faisol Riza Kirim Utusan Tinjau Korban Banjir di Kraksaan Empat Kali Berturut-turut, Tolong Gus, Warga Opo-Opo Krejengan Kembali Menjerit Banjir

Daerah

Heboh! Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan, Protes Lambannya Penanganan Banjir di Curahkates

badge-check


					Kondisi jalan Dusun Curahkates menuju desa Desa Opo-Opo nyaris tidak bisa terlewati. Foto: Istimewa. Perbesar

Kondisi jalan Dusun Curahkates menuju desa Desa Opo-Opo nyaris tidak bisa terlewati. Foto: Istimewa.

SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Hujan deras yang mengguyur wilayah Dusun Curahkates, Desa Opo-opo, Kabupaten Probolinggo, beberapa pekan lalu, mengakibatkan banjir hingga merusak infrastruktur jalan utama desa.

Tanggul penahan badan jalan dilaporkan jebol setelah tak mampu menahan derasnya arus air saat debit meningkat drastis.

Akibatnya, sebagian badan jalan amblas dan nyaris tak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Akses vital warga menuju pusat aktivitas di Desa Opo-opo, khususnya di Dusun Curahkates, pun terganggu.

Pantauan di lokasi, kerusakan cukup parah terlihat di sisi bahu jalan yang longsor. Material tanah penyangga terkikis, menyisakan lubang menganga yang membahayakan pengguna jalan. Warga terpaksa melintas secara bergantian dengan ekstra hati-hati.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat. Mereka menilai belum ada langkah konkret dan cepat dari pemerintah desa maupun instansi terkait untuk menangani kerusakan tersebut.

Sebagai bentuk protes, warga kemudian menanam pohon pisang tepat di tengah badan jalan yang rusak. Aksi ini dilakukan sebagai simbol sindiran atas lambannya penanganan sekaligus penanda bahaya bagi pengendara.

“Sudah beberapa hari dibiarkan, padahal ini jalan utama untuk aktivitas warga, anak-anak sekolah juga lewat sini. Kami tanam pisang supaya ada perhatian,” ujar salah satu pemuda Curahkates, Senin (24/2/2026).

Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses penghubung antarwilayah yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian.

Jika tidak segera diperbaiki, mereka khawatir kerusakan akan semakin melebar, terutama jika kembali diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan tanggul serta rekonstruksi badan jalan yang terdampak, agar akses kembali normal dan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait rencana penanganan kerusakan tersebut.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jalan Segaran–Tiris Ambles, Kendaraan Besar Tak Bisa Melintas

24 Februari 2026 - 19:19 WIB

Jalan Segaran–Tiris Ambles, Kendaraan Besar Tak Bisa Melintas

Ansor Kraksaan Ajak Semua Pihak Gotong Royong Tangani Banjir

23 Februari 2026 - 18:58 WIB

Ansor Kraksaan Ajak Semua Pihak Gotong Royong Tangani Banjir

Wamenperin Faisol Riza Kirim Utusan Tinjau Korban Banjir di Kraksaan

22 Februari 2026 - 22:09 WIB

Wamenperin Faisol Riza Kirim Utusan Tinjau Korban Banjir di Kraksaan

Empat Kali Berturut-turut, Tolong Gus, Warga Opo-Opo Krejengan Kembali Menjerit Banjir

22 Februari 2026 - 17:06 WIB

Empat Kali Berturut-turut, "Tolong Gus,", Warga Opo-Opo Krejengan Kembali Menjerit Banjir

Bazar Ramadhan Alun-alun Kraksaan Disorot, Warga Pertanyakan Transparansi Iuran dan Pengelolaan

21 Februari 2026 - 14:09 WIB

Bazar Ramadhan Alun-alun Kraksaan Disorot, Warga Pertanyakan Transparansi Iuran dan Pengelolaan
Trending di Daerah
error: