Menu

Mode Gelap
High Bullion Corporations: A Complete Information to the very Best in the Market Investing for the Long Run: A Case Research On Ameriprise Gold IRA Understanding Fidelity Gold IRA: A Complete Study Understanding IRA Approved Gold And Silver: A Complete Study Exploring the Best IRA Gold Options For Secure Retirement Investments Understanding Birch Gold Group Costs: A Comprehensive Evaluation

Nasional

Hilal di Sulsel Terlihat, Positif Berpuasa Besok?

badge-check


					Seminar sidang Isbath Bulan Puasa Ramadhan tahun 2025. (Foto: ilustrasi) Perbesar

Seminar sidang Isbath Bulan Puasa Ramadhan tahun 2025. (Foto: ilustrasi)

SUARARAKYATINDO.COM,- Badan Hisab Rukyat Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan 1 Ramadan 1446 hijriah jatuh pada Sabtu (1/3), sehingga awal puasa wajib bagi umat Islam akan berlangsung besok.

Hal itu didapatkan setelah pemantauan hilal atau bulan saat matahari terbenam di Makassar, Sulsel, Jumat (28/2) sore ini.

Namun, kepastian penentuan awal Ramadan di wilayah Indonesia akan ditetapkan dalam sidang isbat yang berlangsung di Jakarta sore ini.

“Maka dari itu tanggal 1 Ramadan jatuh pada 1 Maret, namun kita menunggu hasil rapat isbat dari Kementerian Agama,” kata Ketua bidang Hisab Rukyat Sulsel, Abbas Padil, Makassar, Jumat petang.

Berdasarkan hasil perhitungan, matahari terbenam di Makassar terjadi pada pukul 18.21 WITA.

“Bulan terbenam sekitar pukul 18.37 WITA, tinggi lihat hilal 3 derajat 38 menit. Azimut matahari dari utara ke selatan 262 derajat 06 menit 13 detik, Azimut bulan 263 derajat 38 menit 59 detik, posisi hilal 1 derajat 33 menit sebelah utara matahari dan lama hilal di atas ufuk 16 menit,” ungkapnya.

Sehingga, kata Abbas,awal Ramadan berdasarkan pemantauan hilaldi Makassar itu adalah pada Sabtu besok. Namun, sambungnya, untuk kepastian masih menunggu dari hasil sidang isbat di Jakarta.

Sementara itu, Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni mengatakan bahwa matahari akan tenggelam di pukul 18.21 WITA dan bulan tenggelam pada pukul 18.39 WITA.

“Jadi kita punya waktu pengamatan kurang lebih 18 menit dari tenggelamnya matahari, kemudian disusul tenggelamnya bulan dengan ketinggian hilal di atas ufuk adalah 3,02 derajat,” kata Jamroni kepada wartawan, Jumat.

Berdasarkan kriteria MABIMS hilal harus berada di atas 3 derajat dengan elongasi sekitar 6,4 derajat. Namun, seluruh daerah di Indonesia belum memenuhi persyaratan tersebut, kecuali Aceh.

“Hampir seluruh tempat di Indonesia sudut elongasi belum terpenuhi, yang sudah terpenuhi semua kriteria MABIMS itu ada di wilayah Aceh. Jadi kemungkinan yang punya potensi sangat besar untuk dapat melihat pengamatan hilal adalah lokasi Aceh,” jelasnya.

Namun, hasil pengamatan ini, kata Jamroni akan diberikan kepada Kementerian Agama sebagai bahan rapat pada saat rapat isbat di Jakarta sore ini.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

27 April 2026 - 12:48 WIB

invitation-boxes-with-logo-2 (1)

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

Trending di Nasional
error: