SUARARAKYATINDO.COM-Yogyakarta, Himpunan Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (HMPS AFI) UIN Sunan Kalijaga gelar Seminar Pembukaan Sekolah Filsafat bertajuk “Menilik Realitas Filsafat di Era Artificial Inteligence” bertempat di Teatrikal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam pada Jum’at (22/9/23).
Seminar sekaligus pembuka kegiatan Sekolah Filsafat itu diikuti sebanyak 60 mahasiswa baru jurusan Aqidah dan Filsafat angkatan 2023 Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta pengurus HMPS dan beberapa panitia.
Selain itu, seminar pembukaan sekolah filsafat itu menghadirkan pembicara dari kalangan pemuda yaitu Kirwan yang juga Presiden Nasional Forum Mahasiswa Ushuluddin se-Indonesia, serta Alim Roswantoro yang juga pemerhati filsafat sekaligus Dosen UIN Sunan Kalijaga.
Zainul Hasan selaku Ketua HMPS Aqidah dan Filsafat Islam menyampaikan bahwa gelaran acara seminar itu merupakan salah satu rangkaian dari sekolah filsafat yang rencananya dilaksanakan selama tiga hari.
“Acara ini akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan, dan seminar ini merupakan acara pembuka” Ungkapnya saat ditemui wartawan pada Jum’at, (22/9/2023).
Mahasiswa asal Probolinggo itu juga menyampaikan bahwa topik yang diangkat sangat relevan dengan kondisi sosial mahasiswa hari ini, dimana ada konstruk yang menegasikan peran filsafat dewasa ini.
“Topik ini tentu sangat relevan dengan apa yang kita rasakan bersama sebagai mahasiswa filsafat, kita kadang merasa bahwa filsafat tidak lagi dibutuhkan, oleh karena itu kita lebih suka pada bidang ilmu yang secara praktis lebih jelas. Sehingga dengan acara ini kita bisa kembali membuka pikiran tentang realitas filsafat hari ini”. Imbuhnya.
Sementara itu, Kirwan selaku pembicara menyampaikan pemaparan tentang pentingnya menumbuhkan sifat kritis dan skeptis tentang apapun, menurutnya hal itu menjadi karakteristik dari filsafat itu sendiri.
“Sifat kritis digunakan untuk bagaimana temen-temen bisa lebih dalam memahami bidang ilmu, sementara sifat skeptis digunakan supaya temen-temen tidak kaku dan mudah percaya dengan yang disodorkan oleh realitas”. Tuturnya
Alumni UIN Sunan Kalijaga sekaligus Presiden Nasional salah satu forum mahasiswa di Indonesia itu juga menekankan pentingnya bacaan, dan dalamnya pengetahuan, karena menurutnya pengetahuan yang dimiliki merupakan puncak dari ketidaktahuan.
Sementara Alim Roswantoro menjelaskan tentang perkembangan Artificial Inteligence (AI) yang dikaitkan dengan bagaimana filsafat dalam melihat realitas, kemudian disesi terakhir Alim mengarahkan supaya peserta seminar bisa berkontemplasi dengan mengajukan beberapa pertanyaan mendasar tentang fenomena AI dewasa ini.
Untuk diketahui sekolah filsafat menjadi istilah baru yang diperkenalkan oleh kepengurusan Zainul sekalu ketua HMPS, setelah sebelumnya forum itu dinamai konferensi mahasiswa filsafat dengan orientasi cenderung sama yaitu untuk menyambut mahasiswa baru.













