SUARARAKYATINDO.COM – Yogyakarta, Calon Legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta, Kaisar Abu Hanifah berpotensi meraih satu kursi DPR RI dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.
Pasalnya, Aktivis dan Politisi tersebut berdasarkan hitungan real count KPU per Sabtu (17/2/2024) pukul 10.50 WIB telah meraup 49.937 suara dari akumulasi suara masuk 60,23 persen di seluruh TPS.
Sebagai pendatang baru, Kaisar Abu Hanifah mampu melampaui rekannya yang juga Ketua DPW PKB Daerah Istimewa Yogyakarta, Agus Sulistiyono yang hanya memperoleh 24.462 suara.
Berdasarkan angka tersebut, pria yang akrab disapa Gus Kaisar itu sangat berpotensi melanggeng ke Senayan bersama sejumlah politisi dari partai lain seperti PDIP, Gerindra, NasDem, dan PKS.
Profil Kaisar Abu Hanifah
Kaisar Abu Hanifah lahir di Probolinggo pada 27 November 1981. Sejak kecil ia sudah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nahdlatut Tholibin Blado Wetan, Banyuanyar, Probolinggo.
Pendidikan dasar yang ditempuh Kaisar sejak Madrasah Ibtidaiyah (MI/SD) hingga MTS/SMP di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’rif NU Maron Probolinggo. Selepas itu, ia melanjutkan pendidikan formalnya ke Madrasah Aliyah (MA) setara SMA di Ponpes Zainul Hasan Genggong.
Kemudian, Kaisar melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN) di program studi Aqidah dan Filsafat.
Kaisar adalah pribadi yang aktif dalam organisasi, sejak masih duduk di bangku MTS/SMP ia aktif sebagai Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU Maron Probolinggo, lalu jadi Pengurus Cabang IPNU Kraksaan. Kegetolannya di dunia organisasi berlanjut ke kampus hingga mengantarkan dirinya menduduki pucuk pimpinan organisasi tertinggi; Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Sunan Kalijaga pada 2005-2007.
Selain organisasi intra kampus, Kaisar juga aktivis di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yogyakarta sejak tahun 2001. Ia aktif menjadi pengurus PMII mulai dari tingkat rayon, komisariat, dan cabang. Dan pada 2009 juga menjadi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2011-2013.













