SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Jembatan penghubung di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, hingga kini belum diperbaiki setelah rusak diterjang banjir akibat cuaca ekstrem.
Padahal, jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Sumberkatimoho dengan Desa Karangren dan Desa Kedung Caluk.
Kerusakan pada bagian struktur jembatan membuat kendaraan tidak lagi bisa melintas dengan aman. Akibatnya, aktivitas warga terganggu, terutama para petani yang harus memutar melalui jalur alternatif untuk mengangkut hasil panen.
Dampak serupa juga dirasakan para pelajar. Siswa SD Sumberkatimoho kini harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk sampai ke sekolah.
Jika sebelumnya hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit, kini mereka harus memutar melalui jalur lain hingga mencapai sekitar 30 menit.
Kondisi tersebut juga memicu kekhawatiran warga. Pasalnya, masih ada anak-anak yang nekat melintasi jembatan rusak dengan berjalan kaki meskipun kondisinya berpotensi ambruk sewaktu-waktu.
Di tengah keterbatasan akses tersebut, muncul wacana warga akan melakukan iuran sekitar Rp150 ribu per rumah untuk memperbaiki jembatan secara swadaya.
Wacana itu muncul karena warga menilai jembatan tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi maupun akses pendidikan.
Jika rencana itu benar terjadi, kondisi tersebut dinilai menjadi ironi karena perbaikan infrastruktur yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah justru harus dilakukan oleh masyarakat.
Sementara itu, Bupati Probolinggo, Gus Haris, mengatakan pemerintah daerah telah memasukkan perbaikan jembatan rusak tersebut dalam perencanaan pembangunan.
Menurutnya, selain jembatan, rumah warga yang terdampak banjir juga sedang didata untuk dilakukan perbaikan secara bertahap.













