Menu

Mode Gelap
Heart Health Program: Discover Ways to Reverse Heart Disease & Problems Naturally Post By @mindbodybydoc · 1 Video Paito Broto4D sebagai Media Visual untuk Membaca Pola Angka Secara Akurat Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Nasional

Kabinet Gemoy Akan Bagi-bagi Kursi Menteri, Simak Kursi Untuk PKB

badge-check


					Najwa Shihab dan Prabowo Subianto saat berjabatan tangan. (Foto: Ig @najwashihab) Perbesar

Najwa Shihab dan Prabowo Subianto saat berjabatan tangan. (Foto: Ig @najwashihab)

SUARARAKYATINDO.COM- Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno mengkritisi langkah presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabuming Raka untuk merangkul semua partai politik.

Hal itu ia ungkapkan saat acara Main Monopoli(tik) Najwa Shihab yang ditayangkan YouTube. Ia menyebut Kabinet Gemoy berpotensi dengan bagi-bagi kekuasaan.

Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan pemerintah yang dipimpin Prabowo-Gibran nanti bakal menambah kementrian.

“Saya kira kabinet gemoy itu kan konotasinya nomenklatur dan penambahan kementrian itu akan terjadi. Kalau ingin mengurangi jumlah Menteri, bukan lagi missal 34 kan enggak harus merevisi undang-undang kementrian. Misalnya menterinya 30, 25, atau 20 kan enggak perlu merevisi undang-undang,” ujarnya dikutip pada Sabtu (25/5/2024).

“Saya kira kabinet gemoy itu kan konotasinya nomenklatur dan penambahan kementrian itu akan terjadi. Kalau ingin mengurangi jumlah Menteri, bukan lagi missal 34 kan enggak harus merevisi undang-undang kementrian. Misalnya menterinya 30, 25, atau 20 kan enggak perlu merevisi undang-undang,” ujarnya dikutip pada Sabtu (25/5/2024).

Adi Prayitno menyebut, bagi-bagi kekuasaan itu juga berpotensi diberikan kepada partai yang sekarang bergabung.

“Artinya apa, saat muncul isu soal revisi undang-undang ini, maka sangat mungkin akan menambah jumlah Menteri, yang itu konotasinya adalah untuk mengakomodir kelompok-kelompok kepentingan politik, terutama kelompok yang kalah dalam pemilu. Yang beberapa Waktu lalu meyakini bahwa mereka juga tertarik menjadi bagian dari Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ia menyadari, bagi-bagi kekuasaan dalam pemerintahan saat ini adalah hal yang biasa. Sebab, Prabowo tak bisa menjadi seorang presiden tanpa melakukan koalisi.

“Politik bagi-bagi kekuasaan dalam system Presidential itu perkara biasa, karena Prabowo tidak bisa maju kandidat presiden hanya dengan gerindra,” ujarnya.

Namun demikian, menurutnya Prabowo hanya wajib berbagi dengan partai-partai pendukung saat pemilu 2024 lalu.

“Berbagi dengan Golkar, berbagi dengan PAN, berbagi dengan Demokrat enggak jadi soal. Yang menjadi soal kalua toh harus berfikir dengan NasDem dan PKB, ini kalah pemilu kenapa dipikirkan,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: