SUARARAKYATINDO.COM, Surabaya — Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang digelar pada penghujung 2025 resmi menetapkan kepemimpinan baru untuk lima tahun ke depan. Forum tertinggi MUI di tingkat provinsi ini berlangsung di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.
Melalui rangkaian sidang dan mekanisme organisasi, Musda XI menetapkan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur masa khidmat 2025–2030. Penetapan tersebut menandai dimulainya babak baru kepemimpinan MUI Jatim dalam menghadapi tantangan keumatan dan kebangsaan.
Selain ketua umum, Musda juga mengukuhkan susunan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur yang diisi oleh sejumlah ulama dan akademisi. Prof. Akh. Muzakki dipercaya menjabat Wakil Ketua Bidang Pendidikan, sementara Prof. Abd. Halim Soebahar mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Agama.
Untuk bidang ekonomi, posisi Wakil Ketua diisi oleh Prof. Thohir Luth. Jabatan Sekretaris Umum dipercayakan kepada Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si, sedangkan Bendahara Umum dijabat oleh H. Rasidi, SE.
Musda XI juga menetapkan Dewan Pertimbangan MUI Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, dengan H. Emil Elestianto Dardak sebagai Wakil Ketua. Keduanya diharapkan memberikan arahan strategis dan penguatan sinergi kelembagaan.
Proses pemilihan kepengurusan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembentukan tim formatur hingga penyusunan lengkap Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan.
Dalam sambutan perdananya, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan Musda XI. Ia menegaskan bahwa Musda bukan hanya agenda rutin lima tahunan, tetapi menjadi sarana evaluasi sekaligus peneguhan arah perjuangan MUI Jawa Timur.
Pengasuh Pondok Pesantren Genggong Probolinggo itu menekankan komitmen MUI Jatim untuk tetap menjalankan dua peran utama, yakni sebagai khadim al-ummah (pelayan umat) dan shadiq al-hukumah (mitra kritis pemerintah).
“Kedua peran ini harus berjalan beriringan dan saling menguatkan demi terwujudnya kemaslahatan umat,” ujarnya.
Sebagai pelayan umat, MUI Jawa Timur akan terus menguatkan pembinaan keagamaan, mulai dari akidah dan akhlak hingga perumusan fatwa. Di sisi lain, MUI juga diharapkan hadir mendampingi masyarakat dalam menyikapi berbagai dinamika sosial dengan pendekatan yang menyejukkan dan solutif.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, MUI Jawa Timur diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran keulamaan serta memperkuat kemitraan yang harmonis dengan pemerintah daerah demi kepentingan umat dan masyarakat luas.






