Daerah  

Koordinator FL2MI Jawa Timur; Sesalkan Pembelian Mobil Baru Pemkab Kabupaten Probolinggo

Koordinator FL2MI Jawa Timur; sesalkan Pembelian Mobil Baru Pemkab Kabupaten Probolinggo
Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Jawa Timur. (Foto; SRI)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Koordinator Wilayah Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FsesalkanL2MI) Jawa Timur menyayangkan pemerintah membeli sebuah Mobil dinas Baru di Kabupaten Probolinggo, yang dibagikan kepada 24 Camat Se Kabupaten Probolinggo, pada Senin (14/11/2022).

Koordinator Wilayah Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Jawa Timur, Yahya Auliya’ Abdillah menyesalkan pembelian mobil Toyota RUSH 1.5 S M/T GR SPOR. Dengan harga satuan Rp 275.700.000,00.

Menurut pria kelahiran probolinggo tersebut, tidak ada urgensi dalam pembelian mobil tersebut.

“Seharusnya, mereka lebih melihat kondisi jalan yang ada di Kabupaten Probolinggo, tetapi Pemerintah Kabupaten malah memikirkan kepentingan pribadi,” Tegasnya.

Jika kita lihat, Pengaduan dari masyarakat terkait Jalan rusak yang tersebar di berbagai Media sosial dan Surat kabar, tetapi hal tersebut tidak digubris bahkan tidak ada tindak lanjut dari Pemerintahan Daerah Probolinggo setempat.

Terbukti, jalan menuju rumah Bupati Kabupaten Probolinggo Kec. Maron, mulai dari Brani ke kediaman Bupati, dari Wonorejo menuju kediaman Bupati rusak parah dan beberapa desa seperti Banyuanyar, Klenang, Gending, Wangkal, Pakuniran dan desa-desa lain.

Kordinator FL2MI Jatim sangat mencemaskan, terkait kondisi jalan di kabupaten Probolinggo, lebih parah Pemkab lebih memilih membelanjakan APBD untuk hal-hal yang kurang penting.

Mengutip data dari sirup.lkpp.go.id Kabupaten Probolinggo, mengenai total biaya 10 Besar belanja pengadaan dan pemeliharaan Kendaraan Roda 4 itu sekitar 17 M yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Di akhir kata Emon menjelaskan, jika dilihat dari jalan rusak yang volumenya tinggi dengan belanja pengadaan dan pemeliharaan Kendaraan Roda 4 oleh Kabupaten menjadi wajah buruk pemerintahan Kabupaten Probolinggo. “Itu menjadi hal yang buruk bagi Pemkab,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan