SUARARAKYATINDO.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (8/1/2025), memanggil sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 dan perintangan penyidikan yang melibatkan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.
Kader PDIP Saeful Bahri dan mantan penyidik KPK, Ronald Paul Sinyal, dijadwalkan hadir untuk memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Selain Saeful dan Ronald, KPK juga memanggil dua saksi lainnya, yaitu A Bagus Makkawaru, Kasubbag Pemungutan, Penghitungan Suara, dan Penetapan Hasil Pemilu KPU RI, serta Agus Mariyanto, Ketua KPU Musi Rawas Utara periode 2019-2024.
Pada Selasa (7/1/2025), penyidik KPK menggeledah dua rumah Hasto Kristiyanto di Bekasi, Jawa Barat, dan Kebagusan, Jakarta Selatan.
Dari penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah barang bukti berupa catatan dan bukti elektronik yang terkait dengan kasus ini.
“Penyidik menyita alat bukti surat berupa catatan dan barang bukti elektronik,” ungkap Tessa Mahardhika.
Kronologi Kasus PAW DPR
Kasus ini berawal dari upaya Hasto Kristiyanto dan Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah untuk menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR RI melalui mekanisme PAW, menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.
Harun, yang hanya memperoleh 5.878 suara, diduga berupaya menggantikan Riezky Aprillia, yang mendapatkan 44.402 suara.
Hasto bahkan disebut meminta fatwa dari Mahkamah Agung dan menekan Riezky agar mengundurkan diri, namun permintaan tersebut ditolak.
Ketika upaya hukum gagal, Hasto bersama Harun, Saeful Bahri, dan Donny Tri Istiqomah diduga menyuap Wahyu Setiawan, Komisioner KPU yang juga kader PDIP.
Suap tersebut bertujuan untuk memastikan Harun mendapatkan kursi DPR.
Selain dugaan suap, Hasto juga dikenakan pasal perintangan penyidikan.
Ia diduga membocorkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada awal 2020, meminta Harun Masiku menghancurkan barang bukti, dan memerintahkan anak buahnya menenggelamkan handphone terkait kasus tersebut.
Hasto juga disebut mengarahkan saksi-saksi agar memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta.
Dengan pemeriksaan sejumlah saksi hari ini, KPK terus berupaya memperkuat bukti dan mengungkap lebih jauh keterlibatan pihak-pihak dalam kasus ini.
Publik kini menantikan langkah selanjutnya dari KPK terhadap kasus yang menyeret petinggi partai politik ini.













