Menu

Mode Gelap
Containere Modulare: O Soluție Avantajoasă și Eficientă Cabina de paza: Un scut indispensabil pentru securitatea ta Transferring Your 401(Ok) To Gold: A Comprehensive Information Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS setup for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Containerul de Pază: O Soluție Eficientă și Sigură de Supraveghere Case Modulare: O Soluție Inovatoare și Eficientă pentru Viitor

Nasional

KPK Periksa Kader PDIP dan Eks Penyidik Terkait Kasus Hasto

badge-check


					Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto. (Foto: Instagram@pdip) Perbesar

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto. (Foto: Instagram@pdip)

SUARARAKYATINDO.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (8/1/2025), memanggil sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 dan perintangan penyidikan yang melibatkan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.

Kader PDIP Saeful Bahri dan mantan penyidik KPK, Ronald Paul Sinyal, dijadwalkan hadir untuk memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Selain Saeful dan Ronald, KPK juga memanggil dua saksi lainnya, yaitu A Bagus Makkawaru, Kasubbag Pemungutan, Penghitungan Suara, dan Penetapan Hasil Pemilu KPU RI, serta Agus Mariyanto, Ketua KPU Musi Rawas Utara periode 2019-2024.

Pada Selasa (7/1/2025), penyidik KPK menggeledah dua rumah Hasto Kristiyanto di Bekasi, Jawa Barat, dan Kebagusan, Jakarta Selatan.

Dari penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah barang bukti berupa catatan dan bukti elektronik yang terkait dengan kasus ini.

“Penyidik menyita alat bukti surat berupa catatan dan barang bukti elektronik,” ungkap Tessa Mahardhika.

Kronologi Kasus PAW DPR

Kasus ini berawal dari upaya Hasto Kristiyanto dan Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah untuk menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR RI melalui mekanisme PAW, menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Harun, yang hanya memperoleh 5.878 suara, diduga berupaya menggantikan Riezky Aprillia, yang mendapatkan 44.402 suara.

Hasto bahkan disebut meminta fatwa dari Mahkamah Agung dan menekan Riezky agar mengundurkan diri, namun permintaan tersebut ditolak.

Ketika upaya hukum gagal, Hasto bersama Harun, Saeful Bahri, dan Donny Tri Istiqomah diduga menyuap Wahyu Setiawan, Komisioner KPU yang juga kader PDIP.

Suap tersebut bertujuan untuk memastikan Harun mendapatkan kursi DPR.

Selain dugaan suap, Hasto juga dikenakan pasal perintangan penyidikan.

Ia diduga membocorkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada awal 2020, meminta Harun Masiku menghancurkan barang bukti, dan memerintahkan anak buahnya menenggelamkan handphone terkait kasus tersebut.

Hasto juga disebut mengarahkan saksi-saksi agar memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta.

Dengan pemeriksaan sejumlah saksi hari ini, KPK terus berupaya memperkuat bukti dan mengungkap lebih jauh keterlibatan pihak-pihak dalam kasus ini.

Publik kini menantikan langkah selanjutnya dari KPK terhadap kasus yang menyeret petinggi partai politik ini.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Trending di Nasional
error: